Rabu lalu, tepatnya 28 Januari 2026, ruang rapat Balai Teknik Perkeretaapian di Jakarta ramai. Mereka menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas masa depan Commuter Line. Topik utamanya? Bagaimana memproyeksikan jumlah penumpang hingga tahun 2035 dan strategi untuk memenuhinya.
Forum itu sendiri dihelat di bawah payung proyek Railway Capacity Enhancement, dengan pendanaan dari pinjaman JICA IP 563. Yang hadir cukup lengkap. Mulai dari perwakilan berbagai direktorat di lingkungan Ditjen Perkeretaapian, PT KAI pusat, Daop I Jakarta, sampai PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Tak ketinggalan, hadir pula perwakilan dari JICA Indonesia dan konsultan Oriental Consultant Global (OCG) Co., Ltd.
Ferdian Suryo Adhi Pramono, sang Kepala Balai, hadir langsung. Bersamanya, Kepala Seksi Prasarana B.G. Kunta Wibisana juga turut memantau jalannya diskusi.
Nah, pembahasannya cukup mendalam. Mereka mengulik hasil kajian dan proyeksi penumpang Commuter Line untuk belasan tahun ke depan. Lalu, dilanjutkan dengan membahas pola operasi dan detail desain teknik dasar atau Basic Engineering Design. Intinya, mencari formula agar layanan kereta komuter nggak keteteran menampung lonjakan penumpang.
Artikel Terkait
Polisi Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Libur Panjang
Desakan Kuat agar Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Perubahan Status Tahanan Gus Yaqut
Gunung Ibu Erupsi, Luncurkan Kolom Abu 600 Meter
Remaja 14 Tahun Tewas Terseret Arus di Pantai Karangnaya Sukabumi