Anies Resmikan Jembatan Gantung, Jawab Penantian Warga Karanganyar Tiga Dekade

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:20 WIB
Anies Resmikan Jembatan Gantung, Jawab Penantian Warga Karanganyar Tiga Dekade

TERMUL KALO GAK FITNAH GAK MAKAN

Nada sinis itu jelas terdengar. Lewat sebuah unggahan, akun bernama Termul dengan santai melempar tuduhan. "Dana desa dari APBN yg ditransfer lewat APBD kabupaten/kota salah satu pembaiki jembatan malah dijadikan alat pencitraan oleh pengangguran klo pake duit pribadi dia gk masalah๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡," tulisnya. Klaim itu langsung memantik reaksi.

"

Anies Resmikan Jembatan Gantung di Karanganyar, Warga Akhirnya Tak Lagi Andalkan Jembatan Bambu

Penantian 30 tahun warga Karanganyar resmi lunas hari ini.

Jumat (30/1/2026) lalu, suasana di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terasa berbeda. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hadir untuk meresmikan Jembatan Titian Persatuan. Bagi warga setempat, ini bukan sekadar acara seremonial. Ini jawaban dari penantian panjang yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Jembatan ini menghubungkan Desa Sambirejo di Kecamatan Jumantono dengan Desa Klotok, Kelurahan Bolong. Selama ini, untuk menyeberangi sungai, mereka bergantung pada jembatan bambu yang lapuk dan berbahaya. Setiap hari, aktivitas warga seperti pergi ke sawah atau anak-anak berangkat sekolah, selalu diiringi rasa was-was.

Dalam sambutannya, Anies menekankan bahwa pembangunan ini adalah hasil gotong royong. "Semua ikut urunan, semua ikut iuran," ujarnya.

Ia menjelaskan, kontribusi datang dalam berbagai bentuk. Mulai dari makanan untuk para pekerja, material bangunan, tenaga, hingga ide dan pikiran.

"Dan itu semua berjalan selama beberapa bulan, Alhamdulillah hari ini mewujud dalam sebuah jembatan," sambung Anies, disambut tepuk tangan warga.

Jembatan Titian Persatuan ini sendiri dibangun melalui kolaborasi. Ada peran organisasi Aksi Bersama, juga donasi masyarakat yang terkumpul via platform penggalangan dana KitaBisa. Jadi, klaim bahwa ini murni proyek dana desa atau alat pencitraan, tampaknya meleset jauh dari fakta di lapangan.

Di sisi lain, cuitan Termul itu langsung dibanjiri tanggapan warganet. Banyak yang menyayangkan dan mengecamnya.

Rupanya, momen peresmian dan proses pembangunan jembatan ini juga terekam dalam beberapa video dokumentasi yang beredar. Video-video itu menunjukkan antusiasme warga dan proses kerja keras para relawan.

Jadi, di balik narasi negatif yang coba dibangun, ada cerita lain yang lebih nyata. Cerita tentang sebuah jembatan yang akhirnya mengakhiri keterisolasian sebuah komunitas. Dan tentang bagaimana kolaborasi masyarakat bisa mewujudkannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler