BERLIN Kanselir Jerman, Friedrich Merz, melontarkan kekecewaan. Targetnya? Amerika Serikat dan Israel. Soalnya, konflik melawan Iran tak kunjung rampung. Menurut dia, kedua negara itu sejak awal sudah salah langkah terlalu meremehkan situasi. Akibatnya? Perang sekarang makin berlarut-larut, tanpa ujung yang jelas. Merz bilang, asumsi awal AS dan Israel itu benar-benar keliru besar. Mereka pikir masalah ini bisa beres dalam hitungan hari. Nyatanya? Tidak. “Saya saat ini kecewa, dan itu hanya karena AS dan Israel awalnya berasumsi bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam beberapa hari. Tapi hari ini, kita terpaksa mengakui bahwa masalah ini belum terselesaikan,” ujarnya, dikutip dari pernyataan resmi, Rabu (29/4/2026). Dia juga menyoroti sikap negara-negara Barat. Selama ini, kata Merz, mereka terlalu meremehkan Iran. Kekuatan Iran baik secara militer maupun diplomasi ternyata jauh lebih besar dari dugaan. “Jelas bahwa Iran lebih kuat daripada yang kita duga,” tegasnya. Nah, di sisi lain, Merz juga mengamati jalannya perundingan damai. Mandek, katanya. Dan dia tidak menutup kemungkinan AS bakal terjebak dalam konflik panjang di Timur Tengah. Situasi ini makin runyam karena Iran ogah tunduk pada tekanan Washington. Proses negosiasi? Nggak ada kemajuan berarti. Tapi tunggu dulu. Meski kecewa, Merz justru punya pujian buat Iran. Menurut dia, diplomasi Teheran lebih matang. Langkah-langkah mereka dalam negosiasi dinilai lebih efektif dibanding pendekatan yang dipakai AS.
Artikel Terkait
Empat Tersangka Penganiayaan ART Indonesia di Malaysia Ditangkap, Kemlu Beri Pendampingan
Serangan Israel ke Hizbullah di Lebanon Ancam Kesepakatan Damai AS-Iran
Bintang Timur Surabaya Kampiun Pro Futsal League untuk Kelima Kalinya Usai Taklukkan Cosmo JNE 4-3 di Laga Dramatis
Polda Metro Tutup 10 Ruas Jalan Jakarta saat Kunjungan Presiden Jerman, Senin 15 Juni 2026