Israel Bantah Keterlibatan dalam Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon, Tuding Hizbullah

- Rabu, 01 April 2026 | 14:35 WIB
Israel Bantah Keterlibatan dalam Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon, Tuding Hizbullah

NEW YORK Suasana di Markas Besar PBB tegang. Israel secara resmi membantah keterlibatannya dalam insiden yang menewaskan prajurit TNI, anggota pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL), di Lebanon Selatan. Melalui Dubes Danny Danon, justru kelompok Hizbullah yang dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Ledakan yang mematikan itu bukan berasal dari operasi kami,” tegas Danon. Menurutnya, ledakan itu disebabkan oleh bahan peledak yang diduga dipasang Hizbullah.

Dia bahkan melontarkan tuduhan lebih jauh. Katanya, kelompok itu kerap meluncurkan roket dari desa-desa yang berdekatan dengan posisi pasukan PBB. Praktik semacam itu, ujarnya, jelas membahayakan nyawa personel penjaga perdamaian.

Di sisi lain, fakta di lapangan sungguh memilukan. Insiden ini terjadi di dekat Bani Hayyan, wilayah operasi UNIFIL yang sudah lama rawan. Kendaraan yang ditumpangi prajurit TNI itu meledak setelah menginjak bahan peledak. Dua personel gugur seketika, dua lainnya terluka. Ini terjadi pada Senin (31/3/2026).

Namun begitu, ini bukan insiden pertama dalam rentang waktu singkat. Sehari sebelumnya, seorang prajurit TNI lainnya juga gugur. Kali ini akibat serangan artileri yang dilancarkan militer Israel ke sebuah pos penjagaan. Rangkaian peristiwa ini jelas memperkeruh situasi di wilayah yang ketegangannya tak pernah benar-benar reda.

Pihak PBB sendiri masih menyelidiki. Wakil Sekjen untuk Penjaga Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menyampaikan temuan awal.

“Material yang meledak di bawah kendaraan diduga merupakan bom rakitan,” ujarnya dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, Selasa.

Lacroix menegaskan, investigasi masih berjalan untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya. “UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk menentukan keadaan dari perkembangan yang tercela ini,” tambahnya.

Merespons keras tuduhan Israel, juru bicara UNIFIL Kandice Ardiel tak tinggal diam. Dia meminta Israel tidak sekadar menuding.

“Kami mengundang mereka untuk menyerahkan bukti kepada tim penyelidik kami,” kata Ardiel. Permintaan itu sederhana: tunjukkan bukti konkret jika memang punya.

Sementara itu, di Lebanon Selatan, suasana tetap mencekam. Para pasukan penjaga perdamaian harus bekerja di tengah medan yang semakin berbahaya, terjepit di antara dua kubu yang saling berseteru.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar