Sebuah tragedi pertambangan terbesar di Britania Raya terjadi pada 21 Oktober 1966, ketika gunungan limbah batu bara longsor di desa Aberfan, Wales. Bencana itu menewaskan 144 orang, sebagian besar anak-anak yang sedang belajar di sekolah.
Longsoran berasal dari Tip 7, tumpukan limbah milik National Coal Board (NCB) yang dibangun sejak 1958 di atas area yang memiliki mata air alami. Hujan deras selama berminggu-minggu membuat air meresap ke dalam timbunan, mengubah material batu bara, tanah, dan air menjadi lumpur pekat yang tidak stabil.
Sekitar pukul 09.13 pagi, sekitar 140.000 meter kubik lumpur meluncur deras menuruni lereng dan menghantam desa. Material tersebut menerjang sebuah rumah pertanian, 20 rumah penduduk, dan dua sekolah. Saat itu, anak-anak tengah belajar di dalam kelas.
Korban jiwa mencapai 144 orang, dengan 116 di antaranya anak-anak. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Investigasi mengungkap kegagalan sistemik dan inefisiensi dalam pengelolaan limbah. Peringatan bahaya sebenarnya telah dikeluarkan pada pukul 07.00 pagi di hari kejadian, tetapi tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Pascabencana, muncul seruan untuk mengevaluasi seluruh timbunan batu bara, struktur bangunan, terowongan, dan jembatan di seluruh Britania Raya. Peristiwa ini juga mendorong pemerintah untuk segera mengevakuasi area-area yang dianggap tidak aman.