Heboh di media sosial. Seorang ibu wali murid mengunggah video yang menyoroti isi Makanan Bergizi (MBG) yang diterima anaknya di sekolah. Yang jadi sorotan, bantuan yang seharusnya diambil seminggu sekali itu isinya dinilai tak lebih dari jajanan warung biasa.
Dalam rekaman yang beredar luas itu, sang ibu dengan nada kesal membeberkan isi paketnya. "SD 197. Ngambil MBG satu minggu sekali," ujarnya sambil menunjukkan isi tas.
"Nih Pak Prabowo, isinya: susunya satu, kacangnya satu, rotinya dua, telor satu, jeruk satu, kripik tempe. Yang bener ajaa Pak Prabowo satu minggu isinya gini," protesnya.
Video itu langsung memantik gelombang komentar. Banyak yang sepakat, isinya jauh dari kata bergizi untuk jatah seminggu. Tak sedikit yang curiga, program ini cuma jadi proyek bagi-bagi cuan untuk lingkaran tertentu saja.
Di Twitter, seorang warganet yang mengaku berlatar belakang pendidikan ilmu pangan dan gizi dari IPB ikut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa paket seperti itu tidak memenuhi standar gizi yang layak.
Reaksi netizen beragam. Ada yang menyampaikan kekecewaan dengan emoticon sedih dan hati hancur. Yang lain tak bisa menyembunyikan amarahnya, langsung melontarkan kritik pedas.
Pokoknya, kasus ini kembali memantik pertanyaan lama soal efektivitas dan transparansi program bantuan sosial. Apalagi yang menerima adalah anak-anak sekolah. Harusnya kan yang terbaik, ya?
Artikel Terkait
Skuad Belanda Manfaatkan Waktu Luang di Times Square Jelang Piala Dunia 2026
Christian Eriksen Kolaps di Laga Denmark vs Ukraina, Kondisi Dilaporkan Stabil
Timnas U-19 Indonesia Juara Grup A Usai Taklukkan Vietnam 2-1, Melaju ke Semifinal Piala AFF U-19 2026
Marc Marquez Sempurnakan Hattrick di MotoGP Hungaria 2026, Acosta dan Bagnaia Podium