Hebat juga ya, seorang konten kreator lulusan cumlaude tiba-tiba diminta menghapus postingannya. Isinya sih cuma tanya, "Cumlaudee tapi jadi IRT (Ibu Rumah Tangga) gapapa kan?" Tapi rupanya, ada yang keberatan. Konon, dia disuruh take down karena memakai identitas almamater. Alasannya, postingan itu dikhawatirkan berdampak buruk buat nama kampus.
Saya sendiri sempat melihat postingan itu. Menurut saya, sih, biasa aja. Nggak ada yang provokatif.
Kalau saya yang jadi pejabat kampusnya, reaksinya mungkin bakal beda. Mungkin saya malah bakal kirim pesan pribadi ke dia.
"Mbak, terima kasih ya. Terima kasih sudah menunjukkan kepada publik bahwa ilmu tidak berhenti di ruang sidang skripsi, dan almamater tidak selesai begitu telah foto wisuda. Terimakasih lho sudah mengedukasi bahwa puncak karir tertinggi perempuan itu justru menjadi seorang Ibu Rumahtangga yang baik dan benar. Tentu akan lahir generasi emas 2045 jika yang mendidiknya di rumah adalah seorang perempuan well educated. Cumlaudee pula. We are proud of you!"
Nah, lihat kan? Ini soal perspektif. Cara kita memandang makna karier dan keberhasilan.
Ada kesan aneh, seolah-olah ketika seorang perempuan memilih pulang ke rumah, lalu fokus mendidik anak-anaknya dengan ilmu dan adab, dia malah dianggap 'menurunkan martabat' kampus yang dulu membesarkannya. Padahal, justru di situlah ilmu yang didapat diuji dalam kenyataan. Di sanalah teori bertemu praktik kehidupan yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Mantan Kritis, Bahas Reformasi hingga Gaza
Remaja 15 Tahun di Cianjur Diduga Sodomi 10 Anak, Modusnya Jemur Burung Merpati
Di Balik Polemik Penjambret Tewas: Dua Vonis Pengadilan yang Terlupakan
Munifah, Lulusan Terbaik UT di Usia 22, Siap Berlayar ke Jepang