Cumlaude Jadi Ibu Rumah Tangga, Kampus Malah Minta Postingan Dihapus

- Minggu, 01 Februari 2026 | 06:40 WIB
Cumlaude Jadi Ibu Rumah Tangga, Kampus Malah Minta Postingan Dihapus

Kita kerap lupa. Puncak karier bukan melulu soal jabatan atau titel mentereng, tapi pengaruh. Dan pengaruh paling abadi dalam sejarah peradaban, ya pengaruh seorang ibu terhadap generasi berikutnya.

Bayangkan sebuah rumah yang diasuh oleh perempuan berpendidikan tinggi. Itu bukan rumah biasa. Itu adalah madrasah pertama, fondasi karakter bangsa yang sebenarnya.

Generasi Emas 2045 nggak akan lahir dari seminar atau slogan-slogan kosong. Ia lahir dari dapur yang hangat, dari obrolan sederhana antara ibu dan anak, dari teladan akhlak yang ditunjukkan setiap hari. Semua itu butuh perempuan yang berilmu, matang secara psikologis, dan sadar akan perannya. Bukan sekadar perempuan yang sibuk terlihat sukses di luar.

Ini bukan berarti karir di luar rumah itu nggak penting. Tapi, perempuan harus punya kesadaran untuk menata prioritas. Urutannya bisa begini: Istri dulu, lalu Ibu, baru peran sosial atau publik. Kalau peran ketiga itu malah mengganggu dua peran utama ya sudah, wajar banget kalau didahulukan yang lebih prioritas.

Almamaternya harusnya bangga, lho. Justru di sini ilmu yang diajarkan kampus itu hidup dan bernafas. Gelar mungkin disimpan rapi, tapi peran sebagai IRT yang dipilih dengan sadar itu justru sedang menumbuhkan peradaban baru. Dari dalam rumah.

(Rahmatul Husni)


Halaman:

Komentar