Empat Personel TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

- Rabu, 18 Maret 2026 | 14:40 WIB
Empat Personel TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Empat anggota TNI kini ditahan Puspom TNI. Mereka diduga kuat sebagai pelaku penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Saat ini, proses pemeriksaan terhadap keempatnya tengah berjalan.

Mayjen TNI Yusri Nuryanto, Danpuspom TNI, menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil. Jumpa pers itu digelar di Mabes TNI, Jakarta, pada Rabu (18/3/2026).

"Kami sudah membuat laporan polisi, dengan melibatkan saksi dan korban. Untuk sementara, kami telah menahan keempat orang yang diduga terlibat,"

Begitu penjelasan Yusri. Tak hanya itu, pihaknya juga berencana mengajukan permohonan visum.

"Kita akan mengajukan permohonan visum et repertum ke RSCM,"

tambahnya.

Keempat tersangka itu, yang berinisial NDP, SL, BWH, dan ES, saat ini memang sudah diamankan. Mereka menjalani pemeriksaan intensif di Puspom TNI sebelum nantinya ditahan di tempat yang lebih permanen.

Rencananya, mereka akan dititipkan di Pomdam Jaya. Menurut Yusri, tempat itu memiliki fasilitas tahanan dengan pengamanan super maksimum. "Para tersangka sudah kita amankan dan kita periksa di sini. Untuk penahanan, kita titipkan di Pomdam Jaya," ujarnya.

Motif di balik aksi keji ini masih jadi tanda tanya besar. Puspom TNI sendiri masih mendalaminya, mengupayakan penyelidikan yang lebih mendalam. Yang jelas, status mereka sudah resmi sebagai tersangka.

Soal pasal, Yusri menyebutkan bahwa sementara ini mereka dijerat dengan Pasal 467 KUHP, mencakup ayat 1 dan 2. Ancaman hukumannya bervariasi, mulai dari 4 tahun hingga 7 tahun penjara. Detailnya masih terus digali seiring proses hukum yang berjalan.

Semuanya kini bergantung pada pendalaman penyidikan. Puspom TNI berjanji akan mengusut tuntas kasus yang telah menyita perhatian publik ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler