Video itu tiba-tiba saja membanjiri linimasa. Seorang perempuan asing, berinisial MMJL atau yang akrab disapa Slo (23), jadi pusat perhatian setelah rekamannya tersebar luas di media sosial. Dalam video yang viral itu, ia terlihat bersama seorang pria yang mengenakan jaket khas ojek online di Bali dan kontennya bukan sembarang konten, melainkan materi dewasa.
Menurut penyelidikan polisi, Slo bukan cuma iseng. Perempuan ini rupanya kreator konten yang secara khusus memproduksi video-video dewasa untuk platform berbayar seperti OnlyFans, juga disebarkan lewat media sosial X. Aktivitasnya terorganisir, bukan kerja individu.
Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, membenarkan hal itu.
"Latar belakangnya, dari penelusuran medsos dan keterangan yang kami dapat, wanita ini adalah konten kreator video dewasa," jelas Joseph di Mapolres Badung, Selasa (17/3/2026).
Tak Sendirian, Ada Dua WNA Lain yang Terlibat
Ternyata, Slo punya tim. Dua pria WNA lain mendukung aksinya: NBS (24) asal Italia dan ERB (26) asal Prancis. NBS bertugas sebagai pemeran pria dalam video, sementara ERB berperan sebagai manajer yang mengatur distribusi konten ke berbagai platform. Salah satu trik mereka? Memakai atribut ojek online sebagai umpan biar cepat viral.
"Pemeran pria warga Italia ini sengaja pakai jaket ojek yang dibeli di toko, harganya sekitar Rp 300 ribu. Tujuannya ya biar menarik perhatian dan cepat viral," tambah Joseph.
Dunia Maya dan Jejak Digitalnya
Di media sosial, Slo terlihat aktif membagikan momen-momen pribadinya. Liburan ke sejumlah destinasi wisata, terutama pantai, sering ia unggah dengan gaya yang cukup terbuka. Akun Instagram-nya, @slobyme (Call Me Slo), menjadi salah satu portofolio visualnya.
Tak cuma itu, ia juga punya akun lain bernama @sloforminside untuk berinteraksi dan membuat konten. Melalui akun ini, Slo sempat berkolaborasi dengan kreator lokal macam @ojolmagank, yang dikenal sebagai pengemudi ojek online di Bali.
Kedatangan sebagai Turis, Aktivitas yang Menyimpang
Berdasarkan data imigrasi, Slo masuk ke Indonesia pada 21 Februari 2026. Ia menggunakan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) yang seharusnya untuk tujuan wisata belaka. Namun, yang dilakukannya di Bali jauh melenceng: memproduksi konten terlarang.
Gde Oki Rizky Aryadhika Heris, Kepala Bidang TPI Imigrasi, menyebut pihaknya langsung bergerak setelah video viral beredar.
"Dia masuk tanggal 21 Februari pakai visa on arrival untuk wisata," ujarnya dalam konferensi pers di Polres Badung, Selasa (17/3/2026).
Diamankan di Bandara Saat Mau Kabur
Kasus ini akhirnya terbongkar setelah polisi mendalami penyelidikan. Dari pengembangan, terungkap dua pelaku berencana meninggalkan Bali. Polisi pun berkoordinasi dengan imigrasi.
Hasilnya, Slo dan NBS berhasil diamankan di Bandara Ngurah Rai pada 13 Maret 2026. Saat itu, mereka sedang bersiap terbang ke Thailand.
"Begitu ada berita viral, langsung kami jadikan subject of interest. Akhirnya bisa diamankan di bandara," pungkasnya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu