Upaya kabur dua turis asing yang jadi pelaku video viral berjaket ojol di Bali akhirnya tak berhasil. Mereka dicegat aparat tepat saat hendak melesat pergi dari Indonesia.
Rencana pelarian itu digagalkan di Bandara Ngurah Rai, tanggal 13 Maret lalu. Keduanya nyaris terbang ke Thailand.
Semua berawal dari sebuah video 17 menit yang membanjiri media sosial pertengahan Maret ini. Kontennya langsung jadi perbincangan panas, bahkan sempat nangkring di trending topik platform X dan Telegram. Dalam tayangan itu, terlihat seorang perempuan asing dan pria yang mengenakan jaket khas pengemudi ojek online.
Belakangan, polisi membuka kartu. Rupanya, video itu adalah bagian dari produksi konten porno yang sengaja dirancang untuk sensasi.
“Konten ini sengaja dibuat untuk menarik perhatian dan menyebarluaskan video dengan cara yang dapat mendatangkan keuntungan,”
jelas Kapolres Badung, Joseph Edward Purba, tegas.
Nyaris Kabur, Tapi Tertangkap Basah
Pelarian mereka nyaris sukses. Namun, polisi mendapat informasi berharga dari pengemudi ojol yang sering mereka gunakan. Dari hasil olah informasi itu, aparat lalu berkoordinasi ketat dengan imigrasi.
Ternyata benar. Dua tersangka, perempuan berinisial MMJL alias Slo (23) dan pria NBS (24), kedapatan akan menaiki penerbangan ke Thailand.
“Rencana berangkat ke Thailand, kami tangkap di bandara. Ada indikasi untuk melarikan diri, kemungkinan ada,”
kata Kepala Bidang TPI Ngurah Rai, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris, dalam konferensi pers di Mapolres Badung, Selasa (17/3).
Penangkapan di bandara itu sekaligus mengakhiri niat mereka meninggalkan Bali.
Membongkar Rakitannya
Setelah diselidiki lebih dalam, aksi ini ternyata melibatkan lebih dari dua orang. Slo, warga negara Italia, berperan sebagai kreator konten. Sedangkan NBS, juga dari Italia, adalah pemeran pria dalam video yang memakai jaket ojol itu.
Tak cuma mereka. Ada satu pelaku lagi, ERB (26) asal Prancis, yang bertindak sebagai manajer. Tugasnya mengatur distribusi konten ke berbagai platform digital berbayar.
Pemilihan jaket ojek online itu sendiri bukan tanpa alasan. Menurut polisi, itu murni strategi biar cepat viral.
“Pemeran pria warga negara Italia ini menggunakan jaket ojek yang dibeli di toko seharga Rp 300 ribu untuk menarik perhatian agar viral,”
ungkap Joseph Edward Purba.
Jadi, sederhana saja motifnya: sensasi plus keuntungan finansial. Mereka sengaja memakai simbol yang akrab di masyarakat Indonesia, jaket ojol, sebagai umpan untuk mendongkrak popularitas konten mereka yang sebenarnya terlarang.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu