Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 23:25 WIB
Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI

Gelombang pengunduran diri melanda puncak lembaga keuangan. Mahendra Siregar dari OJK dan Iman Rachman dari BEI memutuskan lengser dari jabatannya. Kabar ini, tentu saja, langsung memicu berbagai spekulasi di pasar. Ada yang bertanya-tanya, siapa penggantinya? Apakah ada intervensi tertentu?

Menanggapi hiruk-pikuk itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, angkat bicara. Ia memberikan penegasan yang cukup keras untuk meredam desas-desus.

"Saya perlu klarifikasi ke masyarakat luas," ujar Hekal kepada para wartawan, Sabtu lalu.

"Pertama, saya tegaskan: tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi BUMN, atau pihak yang berafiliasi dengan mereka, yang akan masuk menggantikan posisi pimpinan di OJK atau eksekutif BEI."

Pernyataan itu ia sampaikan dengan nada tegas, seolah ingin memutus mata rantai isu yang beredar.

Lalu, siapa yang akan mengisi kursi kosong itu? Hekal menerangkan, posisi-posisi strategis tersebut nantinya akan diisi oleh orang-orang kompeten. "Putra putri terbaik di bidangnya," ungkapnya. Ia berjanji pihak DPR akan terus mengawasi, menjaga independensi OJK dan BEI agar tetap utuh. Tak lupa, ia mengajak semua pihak untuk bijak, tidak mudah terjebak spekulasi yang justru bisa menggoyang stabilitas pasar yang sudah rentan.

"Fungsi pengawasan kami jalan terus, aktif dan konstruktif. Tujuannya jelas: menjaga kredibilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia di mata investor, baik lokal maupun global," tambah Hekal.

Di sisi lain, soal mundurnya Iman Rachman dari BEI juga ramai diperbincangkan. Sebelumnya, OJK sudah lebih dulu memberi penjelasan. Menurut mereka, tidak ada desakan atau tekanan dari pemerintah dalam keputusan Direktur Utama BEI itu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menyebut pengunduran diri itu murni sebuah "tanggung jawab moral".

"Memang itu pure tanggung jawab moril. Nggak ada sama sekali, saya jamin itu, nggak ada," kata Inarno di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (30/1).

Ia enggan berkomentar panjang lebar. Namun dalam kesempatan terpisah, Inarno memberi sedikit konteks. Tanggung jawab moral yang dimaksud berkaitan dengan pelemahan IHSG yang cukup dalam, hingga memicu trading halt atau penghentian sementara perdagangan. Meski demikian, ia memastikan kejadian ini tidak akan mengganggu operasional pasar modal. Kliring dan kustodian, kata dia, akan tetap berjalan lancar.

Jadi, dua lembaga ini seperti sedang berusaha menenangkan suasana. Satu lewat penegasan politik di parlemen, satunya lagi lewat penjelasan teknis di lapangan. Pasar pun menunggu, siapa nama-nama yang akan muncul mengisi kekosongan itu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler