"Fungsi pengawasan kami jalan terus, aktif dan konstruktif. Tujuannya jelas: menjaga kredibilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia di mata investor, baik lokal maupun global," tambah Hekal.
Di sisi lain, soal mundurnya Iman Rachman dari BEI juga ramai diperbincangkan. Sebelumnya, OJK sudah lebih dulu memberi penjelasan. Menurut mereka, tidak ada desakan atau tekanan dari pemerintah dalam keputusan Direktur Utama BEI itu.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menyebut pengunduran diri itu murni sebuah "tanggung jawab moral".
"Memang itu pure tanggung jawab moril. Nggak ada sama sekali, saya jamin itu, nggak ada," kata Inarno di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (30/1).
Ia enggan berkomentar panjang lebar. Namun dalam kesempatan terpisah, Inarno memberi sedikit konteks. Tanggung jawab moral yang dimaksud berkaitan dengan pelemahan IHSG yang cukup dalam, hingga memicu trading halt atau penghentian sementara perdagangan. Meski demikian, ia memastikan kejadian ini tidak akan mengganggu operasional pasar modal. Kliring dan kustodian, kata dia, akan tetap berjalan lancar.
Jadi, dua lembaga ini seperti sedang berusaha menenangkan suasana. Satu lewat penegasan politik di parlemen, satunya lagi lewat penjelasan teknis di lapangan. Pasar pun menunggu, siapa nama-nama yang akan muncul mengisi kekosongan itu.
Artikel Terkait
Menteri Parekraf Apresiasi Banten Creative Fest, Soroti Anggaran Rp10 Triliun untuk Ekraf
Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari CCTV, Tegaskan Bukan Buatan AI
Polisi Depok Amankan 13 Pelaku dan 4.066 Butir Tramadol dalam Operasi Maret 2026
Elnusa Petrofin Kerahkan 1.885 Mobil Tangki Dukung Distribusi BBM Saat Mudik