Setelah diterjang banjir dan longsor hebat, kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlahan mulai membaik. Menurut Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, tak ada lagi laporan mengenai daerah yang masih terisolasi. Pernyataan ini disampaikannya usai rapat dengan Komisi V DPR di Senayan, Selasa lalu.
"Daerah terisolasi sebenarnya sudah terbuka sekarang. Kalau masih ada, pasti ada laporannya. Nah, sampai saat ini laporan seperti itu sudah tidak ada," ujar Syafii.
Dia menjelaskan, istilah 'terisolasi' itu sendiri sebenarnya bergantung pada laporan dari masyarakat. Namun, dari sudut pandang Basarnas, konsep itu nyaris tak berlaku.
"Bagi kami, tidak ada kata daerah terisolasi. Soalnya, kita tetap bisa menjangkau lokasi, entah pakai pesawat atau lewat laut," tegasnya.
"Yang seringkali terputus itu akses darat. Itu sih biasanya penyebabnya. Akibatnya, listrik padam, sinyal komunikasi hilang, dan daerah itu dibilang terisolasi," sambung Syafii menerangkan.
Memang, beberapa wilayah sempat benar-benar terpencil. Ambil contoh Sibolga di Tapanuli Tengah. Jalanan hancur, jaringan internet putus, bantuan pun sulit masuk.
Artikel Terkait
Korlantas Distribusikan 315 Unit Kamera ETLE Portabel ke Seluruh Daerah
Restorative Justice Akhiri Kasus Fitnah Ijazah Jokowi, DPR: Bukti KUHP Baru Berjalan
Aksi Mesum di Bus Transjakarta Bikin Penumpang Geram, Pelaku Diserahkan ke Polisi
DPR Usul Damai untuk Konflik Guru dan Siswa di Jambi