Setelah diterjang banjir dan longsor hebat, kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlahan mulai membaik. Menurut Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, tak ada lagi laporan mengenai daerah yang masih terisolasi. Pernyataan ini disampaikannya usai rapat dengan Komisi V DPR di Senayan, Selasa lalu.
"Daerah terisolasi sebenarnya sudah terbuka sekarang. Kalau masih ada, pasti ada laporannya. Nah, sampai saat ini laporan seperti itu sudah tidak ada," ujar Syafii.
Dia menjelaskan, istilah 'terisolasi' itu sendiri sebenarnya bergantung pada laporan dari masyarakat. Namun, dari sudut pandang Basarnas, konsep itu nyaris tak berlaku.
"Bagi kami, tidak ada kata daerah terisolasi. Soalnya, kita tetap bisa menjangkau lokasi, entah pakai pesawat atau lewat laut," tegasnya.
"Yang seringkali terputus itu akses darat. Itu sih biasanya penyebabnya. Akibatnya, listrik padam, sinyal komunikasi hilang, dan daerah itu dibilang terisolasi," sambung Syafii menerangkan.
Memang, beberapa wilayah sempat benar-benar terpencil. Ambil contoh Sibolga di Tapanuli Tengah. Jalanan hancur, jaringan internet putus, bantuan pun sulit masuk.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran dengan Mobil Pribadi: Rincian Biaya yang Perlu Diperhitungkan
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas, Warga Diimbau Jauhi Radius Bahaya
Pemerintah Rilis Tarif Normal Tol Trans Jawa Sebelum Diskon Mudik 2026
Dokter Richard Lee Ditahan Usai Bolos Pemeriksaan Demi Live TikTok