Anggota DPR Apresiasi Transparansi Pemerintah Soal Stok BBM untuk Tiga Pekan

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:00 WIB
Anggota DPR Apresiasi Transparansi Pemerintah Soal Stok BBM untuk Tiga Pekan

Keterbukaan pemerintah soal stok BBM yang cuma cukup untuk tiga pekan ke depan disambut positif oleh anggota DPR. Menurut Rahmat Gobel dari Komisi VI, pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia itu justru bentuk transparansi yang diperlukan. Baginya, membuka kondisi riil cadangan energi nasional itu penting untuk membangun kepercayaan publik.

“Kita harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada,” ujar Gobel.

Ia menambahkan, “Di saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak menyikapi situasi ini dengan bijak, misalnya dengan mulai berhemat dalam penggunaan energi.”

Pernyataan itu disampaikannya dalam kunjungan kerja reses di Surabaya, Jumat lalu. Di sisi lain, Gobel tak menampik bahwa situasi global memang sedang memanas. Konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara Iran, Israel, dan AS, jelas bikin was-was. Guncangan di kawasan itu berpotensi mengganggu stabilitas pasokan minyak dan gas dunia, yang ujung-ujungnya bisa berdampak ke sektor kelistrikan kita.

Namun begitu, ia melihat situasi ini justru jadi momentum belajar. Saatnya Indonesia memperkuat ketahanan energi nasional agar tak gampang goyah oleh gejolak luar.

Langkah strategis dari pemerintah dan BUMN energi seperti Pertamina dan PLN dinilainya sangat krusial. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem energi nasional harus segera dilakukan, sekaligus mempercepat perbaikan di titik-titik yang lemah. “Ini menjadi pengalaman penting bagi kita untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” tegasnya.

Salah satu PR yang mendesak? Percepatan investasi. Mulai dari pembangunan kilang minyak hingga pengembangan energi baru terbarukan. Menurut Gobel, pemerintah perlu ciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Proyek-proyek strategis harus bisa jalan lebih cepat dan efektif. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan kita pada impor energi.

Jangan Panik, Itu Malah Bikin Runyam

Selain menagih langkah konkret dari pemerintah, Gobel juga menyoroti peran masyarakat. Ia mengingatkan agar publik tidak kalap dan melakukan panic buying BBM. Aksi borong justru bisa bikin distribusi energi di lapangan makin kacau.

Edukasi dari pemerintah, menurutnya, perlu digencarkan. Semua elemen bangsa harus diajak agar penggunaan energi jadi lebih rasional. “Sebagai negara besar, kita harus memperkuat sistem energi kita agar lebih tangguh,” pungkas Gobel. Intinya, ketahanan energi bukan cuma urusan pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar