Di tengah hiruk-pikuk spekulasi tentang eskalasi konflik di Timur Tengah, Presiden Donald Trump angkat bicara. Pada Senin (16/3) lalu, ia dengan tegas membantah sebuah kekhawatiran yang belakangan mencuat: bahwa Israel mungkin akan menggunakan senjata nuklir untuk melawan Iran. "Israel tidak akan melakukan itu," ujarnya kepada para wartawan dalam sebuah konferensi pers di Washington. "Israel tidak akan pernah melakukannya."
Pernyataan Trump ini bukan muncul tanpa sebab. Beberapa hari sebelumnya, David Sacks seorang figur yang ditunjuk Trump sebagai "pemimpin AI" di Gedung Putih mengungkapkan kecemasannya dalam sebuah siniar populer, All-In.
Dalam pembicaraan itu, Sacks menyuarakan skenario yang suram. Ia khawatir Israel, yang menurutnya bisa saja "mengalami kerusakan serius" dalam konflik, akan terdorong untuk mengambil langkah ekstrem.
Artikel Terkait
Hariyanto Dicalonkan Jadi Ketum PERADI, Dapat Dukungan Dahlan Iskan
BGN Hentikan Sementara Program Makan Bergizi, Efisiensi Anggaran Capai Rp 5 Triliun
LPSK Berikan Perlindungan Resmi kepada Andrie Yunus Usai Disiram Air Keras
Riky Febriansyah Akui Pisah Rumah dengan Maissy Pramaisshela