Kasus naturalisasi tujuh pemain Malaysia ini benar-benar membuka borok yang dalam. Ternyata, prosesnya jauh dari kata teliti. Dari dokumen yang dirilis FIFA terungkap, mereka mengaku diperintah oleh seseorang yang tak dikenal untuk begitu saja membubuhkan tanda tangan pada dokumen. Isinya? Pernyataan palsu bahwa mereka sudah tinggal di Malaysia selama sepuluh tahun.
Di sisi lain, dalam sidang yang digelar baru-baru ini, semua pemain mengakui satu hal yang sama: mereka tak pernah membaca dokumen permohonan yang diajukan ke Pemerintah Malaysia. Bagian tentang lama tinggal itu pun luput dari perhatian. Padahal, itu klausa krusial.
Kuasa hukum para pemohon mencoba memberi penjelasan. Dokumen itu, katanya, hanya tersedia dalam bahasa Malaysia. Dan kewarganegaraan Malaysia yang diberikan kepada para pemain itu sebenarnya tidak didasarkan pada alasan tempat tinggal. Tapi ya, dokumennya menyatakan sebaliknya.
Dari ketujuh nama, Hector Hevel mungkin yang paling terus terang. Di hadapan FIFA, ia blak-blakan mengaku tidak pernah menghabiskan sepuluh tahun di Malaysia. Meski begitu, ia menandatanganinya. Tanpa baca, hanya ikut instruksi dari orang yang tak disebut namanya.
Lalu ada pertanyaan lain yang menggelitik: apakah Hevel menghubungi agennya setelah tahu ada akta kelahiran palsu yang dipakai? Jawabannya singkat: tidak. Ia mengaku belum mengambil langkah apa pun untuk mengecek perkembangan pengajuan kewarganegaraannya atau dokumen yang diserahkan. “Saya percaya saja pada agen, fokus saya di sepak bola,” kira-kira begitu pengakuannya.
Akibat skandal pemalsuan dokumen ini, nasib ketujuhnya kini terkatung-katung. Hevel dan enam rekan lainnya Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal dihukum larangan bermain oleh FIFA. Masa tenggangnya? Dua belas bulan.
Tak cuma itu, mereka juga diharuskan membayar denda sebesar 2.000 franc Swiss kepada FIFA. Sementara Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tidak luput. Mereka kena denda yang jauh lebih besar: 350.000 franc Swiss. Sungguh harga mahal untuk sebuah kecerobohan.
Artikel Terkait
Flick Anggap Wajar Reaksi Kesal Yamal Usai Barcelona Kembali ke Puncak Klasemen
PBSI Kirim 24 Atlet Lebih Awal ke Inggris untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026
Bagnaia Pastikan Keputusan Kontrak 2027 Segera Diumumkan
Persib Kalahkan Persita 1-0, Kokoh di Puncak Klasemen