MURIANETWORK.COM - Tim patroli Polda Metro Jaya menangkap empat orang yang diduga menjual obat keras tramadol secara ilegal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penangkapan dilakukan pada Minggu (22/2) setelah petugas mengamati transaksi mencurigakan. Keempat tersangka kini menjalani proses hukum dengan barang bukti puluhan strip obat.
Operasi Penyisiran di Lokasi Rawan
Operasi yang dipimpin Ipda Dedy Suhendro dan Ipda Abdul Kadzim itu melibatkan puluhan personel dari berbagai unit. Mereka melakukan penyisiran mendalam di wilayah yang dikenal ramai. Kewaspadaan petugas akhirnya berbuah hasil saat mereka mendapati aktivitas jual-beli yang tidak wajar, mengarah pada dugaan peredaran obat keras tanpa izin edar.
Penggeledahan dan Temuan Barang Bukti
Empat pria berinisial S, I, MA, dan WS segera diamankan untuk diperiksa. Dari penggeledahan, petugas menyita barang bukti berupa 15 strip tramadol yang berada dalam penguasaan mereka. Keempatnya kemudian dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang guna menjalani pemeriksaan lebih intensif dan proses hukum selanjutnya.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, menegaskan bahwa langkah ini bagian dari upaya menjaga keamanan. "Kehadiran anggota di lapangan sebagai langkah preventif sekaligus penegakan hukum agar situasi kamtibmas tetap kondusif," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).
Komitmen Penegakan Hukum yang Berkelanjutan
Polda Metro Jaya menyatakan komitmennya untuk terus menggelar patroli kewilayahan secara rutin. Kabid Humas, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa penanganan kasus semacam ini dilakukan dengan pendekatan yang tegas dan terukur. Ia juga aktif mengajak partisipasi masyarakat.
"Penanganan kami lakukan secara tegas, terukur, dan profesional. Dukungan masyarakat penting untuk memutus mata rantai peredaran obat terlarang," tuturnya.
Masyarakat diimbau untuk proaktif melaporkan segala aktivitas mencurigakan, termasuk dugaan peredaran obat ilegal, melalui saluran call center yang telah disediakan.
Artikel Terkait
Bus PO Coyo Hangus Terbakar di Jalur Pantura Cirebon, Diduga Korsleting AC
Penelitian Ungkap Alasan Ilmiah Kursi Tengah di Bus Sering Kosong Meski Banyak Penumpang Berdiri
Pemprov Banten Kembali Raih Opini WTP dari BPK untuk Kesepuluh Kalinya Berturut-turut
Tentara Israel Tewas Akibat Serangan Drone Hizbullah, Korban Jiwa di Perbatasan Lebanon Jadi 24 Orang