Suasana di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, mendadak tebal Senin kemarin. Bukan karena polusi, tapi karena unjuk rasa. Ratusan warga dari Perumahan Citra 2 memadati lokasi proyek di sebelah RSUD Kalideres, menolak keras pembangunan rumah duka dan krematorium yang menurut mereka muncul begitu saja.
Spanduk-spanduk putih bertanda tangan warga terpampang jelas. Isinya penolakan. Aksi ini, seperti dilaporkan Antara, terjadi setelah warga merasa dipingpong. Mereka mengaku sama sekali tidak dapat sosialisasi atau informasi resmi soal proyek itu. Tiba-tiba, alat berat sudah beroperasi di lahan itu sejak pertengahan Februari.
“Kami tidak pernah menerima sosialisasi atau pemberitahuan resmi. Tahu-tahu sudah ada alat berat masuk dan pembangunan berjalan,”
Begitu kata Budiman Tandiono, perwakilan warga, suaranya terdengar kesal. Dia bercerita, warga baru heboh ketika mendengar suara mesin dan melihat aktivitas pembangunan. Padahal, lahan seluas 57.175 meter persegi itu sebelumnya dikenal sebagai lapangan sepak bola.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon