Komunikasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah ternyata krusial saat bencana datang. Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyusul peristiwa longsor di TPST Bantargebang, Bekasi. Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto langsung turun tangan dengan memerintahkan jajaran TNI untuk membantu penanganan dampaknya.
"Ketika peristiwa Bantargebang terjadi, Presiden telah memerintahkan kepada jajaran TNI untuk membantu kita. Dan inilah yang disebut sinergi antara pemerintah pusat dengan Pemerintah DKI Jakarta,"
Demikian penjelasan Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3/2026). Bantuan itu, menurutnya, bukan sekadar formalitas. Ini adalah wujud nyata kolaborasi saat ibu kota darurat.
Memang, Bantargebang bukan tempat sembarangan. Fasilitas ini vital. Ia menopang pengelolaan sampah untuk belasan juta jiwa warga Jakarta. Gangguan sedikit saja, pelayanan publik bisa langsung kacau. Makanya respons cepat mutlak diperlukan.
Pramono tampak lega. Ia mengaku bersyukur hubungan dengan pemerintah pusat selama ini terjalin baik. Terutama ketika menghadapi kejadian-kejadian mendadak semacam ini.
"Saya bersyukur, kita punya komunikasi yang sangat baik dengan pemerintah pusat. Banyak persoalan yang bisa kita selesaikan karena adanya sinergi,"
Ucapnya lagi. Dalam forum yang sama, ia juga menekankan pentingnya kerja sama eksekutif dan legislatif. Tujuannya satu: menjaga stabilitas Jakarta. Dari urusan sampah, banjir, sampai kemacetan, semua perlu ditangani bareng-bareng agar layanan ke warga tetap optimal.
"Atas nama Pemerintah DKI Jakarta, kami berkomitmen bekerja lebih baik tahun ini. Sinergi ini jadi modal sosial bagi kita semua," tegasnya.
Peristiwa longsor yang memicu semua pembicaraan ini memang memilikan. Kejadiannya di TPST Bantargebang pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul dua siang. Tiba-tiba saja gunungan sampah itu ambrol.
Runtuhan menimbun warung dan beberapa truk sampah yang ada di bawahnya. Korban jiwa tak terhindarkan. Tujuh orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara enam orang lainnya berhasil selamat.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Buka Layanan Perpanjangan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta, Jumat 29 Mei 2026
Jemaah Umrah Rugi Rp78 Juta, Laporkan Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Balita Tewas Ditusuk Belasan Kali di Bekasi, Pelaku Diduga Paman dengan Gangguan Jiwa
Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Nelayan yang Hanyut di Sungai Batang Toru dalam Kondisi Meninggal