Microsoft lagi-lagi memanas. Raksasa teknologi itu dikabarkan sedang mempertimbangkan langkah hukum, menyusul kerja sama raksasa senilai 50 miliar dolar AS antara OpenAI dan Amazon. Nilainya fantastis, setara Rp850 triliun lebih!
Menurut laporan The Financial Times, Rabu lalu, Microsoft merasa punya alasan kuat. Mereka mengklaim punya hak eksklusif untuk menyediakan layanan cloud bagi OpenAI, sang pencipta ChatGPT yang fenomenal itu. Nah, kerja sama OpenAI dengan Amazon Web Services (AWS) dianggap melanggar hak khusus tadi. Sumber-sumber yang dekat dengan masalah ini mengonfirmasi kemarahan Microsoft.
Inti dari kerja sama yang jadi sengketa ini adalah penunjukan Amazon Web Services sebagai penyedia distribusi cloud pihak ketiga eksklusif untuk OpenAI Frontier. Platform Frontier sendiri digadang-gadang sebagai tempat bagi organisasi untuk membangun, menerapkan, hingga mengelola tim agen AI.
Amazon, dalam pernyataannya, memuji kemampuan platform baru mereka.
"Frontier memungkinkan organisasi untuk membangun, menerapkan, dan mengelola tim agen AI yang beroperasi di seluruh sistem bisnis," jelas perusahaan.
"Frontier memudahkan integrasi AI yang canggih ke dalam alur kerja yang ada dengan cepat, aman, dan dalam skala global," tambahnya.
Kerja sama mahal ini rupanya hanya satu bagian dari paket pendanaan yang lebih besar lagi. Ada investasi besar-besaran dari nama-nama besar lain seperti Nvidia dan SoftBank, masing-masing menyuntikkan dana 30 miliar dolar AS. Situasinya jadi makin rumit dan berpotensi memicu pertarungan hukum yang sengit di antara para raksasa teknologi dunia.
Artikel Terkait
Putaran Pertama Perundingan AS-Iran di Swiss Hasilkan Peta Jalan Kesepakatan 60 Hari
MSCI Perpanjang Pembekuan Saham Indonesia, Investor Khawatirkan Arus Dana Keluar Hingga Rp232 Triliun
Agen BRILink Bertahan Sejak 2017, Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan
Polda Metro Jaya Tegaskan Proses Hukum Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur, Berkas Kasus Ijazah Palsu Jokowi Dinyatakan Lengkap