Kejaksaan Negeri Tebo, Jambi, digegerkan oleh aksi kaburnya seorang tahanan usai persidangan. Bujang Rimbo, nama terpidana itu, berhasil melarikan diri dengan bantuan keluarganya sendiri. Peristiwa ini terjadi Rabu sore lalu, sekitar pukul lima lewat.
Bujang sendiri adalah terdakwa dalam kasus asusila. Yang menarik, dia berasal dari Suku Anak Dalam (SAD) dan ternyata memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. Sidangnya sendiri sebenarnya berjalan lancar hari itu, bahkan sudah dijadwalkan untuk pembacaan tuntutan pada pertengahan Maret nanti.
Menurut Kepala Kejari Tebo, Abdurachman, pihaknya sudah mengantisipasi keamanan. Mereka berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Tak hanya itu, pendekatan secara kekeluargaan juga dilakukan.
“Kami sudah mediasi dengan keluarga terdakwa, keluarga korban, dan tokoh adat. Sebagian besar dari mereka meminta proses hukum dihentikan, karena katanya sudah ada perdamaian adat,” jelas Abdurachman.
Namun begitu, petugas tetap bersikukuh. Mereka meminta semua pihak menghormati proses hukum yang masih berlangsung. Semua tampak sudah diupayakan.
Tapi siapa sangka, kejadian justru meledak usai sidang. Saat Bujang yang diborgol hendak diangkut kembali ke penjara, kerabatnya tiba-tiba menyerbu. Mereka menyerang petugas gabungan dari kejaksaan, kepolisian, dan TNI yang sedang berjaga.
“Aksi anarkis itu dilakukan dengan kayu, batu, bahkan batang tebu,” sambung Abdurachman menggambarkan situasi kacau itu.
Dalam keributan itulah, Bujang Rimbo akhirnya menghilang. Sampai berita ini diturunkan, pelariannya masih terus diburu.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Ancam Copot Kepala Sekolah yang Paksa Iuran untuk Acara Perpisahan
Polri Bongkar Mafia BBM Subsidi, Rugikan Negara Rp243 Miliar dalam 13 Hari
KPK Periksa Karyawan Perusahaan Milik Bupati Pekalongan Terkait Dugaan Pengondisian Proyek
PM Australia Ucapkan Terima Kasih atas Ekspor Pupuk Urea 250.000 Ton dari Indonesia