Kejaksaan Negeri Tebo, Jambi, digegerkan oleh aksi kaburnya seorang tahanan usai persidangan. Bujang Rimbo, nama terpidana itu, berhasil melarikan diri dengan bantuan keluarganya sendiri. Peristiwa ini terjadi Rabu sore lalu, sekitar pukul lima lewat.
Bujang sendiri adalah terdakwa dalam kasus asusila. Yang menarik, dia berasal dari Suku Anak Dalam (SAD) dan ternyata memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. Sidangnya sendiri sebenarnya berjalan lancar hari itu, bahkan sudah dijadwalkan untuk pembacaan tuntutan pada pertengahan Maret nanti.
Menurut Kepala Kejari Tebo, Abdurachman, pihaknya sudah mengantisipasi keamanan. Mereka berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Tak hanya itu, pendekatan secara kekeluargaan juga dilakukan.
“Kami sudah mediasi dengan keluarga terdakwa, keluarga korban, dan tokoh adat. Sebagian besar dari mereka meminta proses hukum dihentikan, karena katanya sudah ada perdamaian adat,” jelas Abdurachman.
Namun begitu, petugas tetap bersikukuh. Mereka meminta semua pihak menghormati proses hukum yang masih berlangsung. Semua tampak sudah diupayakan.
Tapi siapa sangka, kejadian justru meledak usai sidang. Saat Bujang yang diborgol hendak diangkut kembali ke penjara, kerabatnya tiba-tiba menyerbu. Mereka menyerang petugas gabungan dari kejaksaan, kepolisian, dan TNI yang sedang berjaga.
“Aksi anarkis itu dilakukan dengan kayu, batu, bahkan batang tebu,” sambung Abdurachman menggambarkan situasi kacau itu.
Dalam keributan itulah, Bujang Rimbo akhirnya menghilang. Sampai berita ini diturunkan, pelariannya masih terus diburu.
Artikel Terkait
Polri Luncurkan E-Sport Kapolri Cup 2026, Wadah Kompetisi dan Edukasi Digital bagi Generasi Muda
Kim Yo-jong Tegaskan Program Nuklir Korut Tak Bisa Ditawar Jelang Kunjungan Xi Jinping
Rekomendasi Film Akhir Pekan: Jun Ji-hyun Berburu Wabah Zombie, Kisah Inspiratif Pemain Mobile Legends, hingga Petualangan He-Man
Pramono Anung Tinjau CFD Perdana Rasuna Said, Siap Digelar Rutin Mulai 22 Juni 2026