Siang itu, di sebuah rumah di Semarang, suasana justru riuh oleh kedatangan kendaraan yang tak diundang. Bukan satu, tapi tiga mobil ambulans dan sebuah pikap Lalamove terparkir di depan rumah warga. Rupanya, ini bukan panggilan darurat medis, melainkan aksi iseng atau lebih tepatnya, ancaman dari debt collector pinjol.
Menurut Aldy, admin ambulans Antasena yang jadi salah satu korban, semuanya berawal dari orderan yang tampak sah. Itu terjadi Selasa siang (3/2). Seorang bernama Adi Prasetya memesan jasa mereka untuk mengantar pasien kontrol dari daerah Semarang Barat ke sebuah rumah sakit. Data yang diberikan terlihat lengkap: alamat, identitas pasien, bahkan share location.
"Semua prosedur kami ikuti. Mobil langsung meluncur ke alamat yang diminta," ujar Aldy.
Tapi begitu sampai, yang ditemui justru keanehan. Rumah itu kosong. Dan ternyata, dia bukan satu-satunya yang dapat panggilan palsu. Dua ambulans lain serta mobil Lalamove sudah lebih dulu ada di lokasi, semua dipesan oleh oknum yang sama.
Tak lama, seorang perempuan muncul dari luar. Dialah yang namanya tercantum sebagai "pasien".
"Dia bilang, 'itu penipuan, Mas. Saya nggak pesan ambulans, saya sehat aja enggak sakit'," Aldy menirukan ucapan wanita itu.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak UU Khusus AI, Soroti Penyalahgunaan Grok untuk Konten Mesum
Longsor Cianjur Hancurkan Rumah, Madrasah, dan Masjid
Menkes Ungkap 10 Juta Anak Alami Gangguan Jiwa, Usai Tragis Bunuh Diri Bocah di NTT
KPK Gelar Ops Tangkap Tangan di Jakarta dan Banjarmasin, Status Tersangka Masih Dirahasiakan