Rapat kerja antara Komisi VII DPR dan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada Rabu (4/2) di Senayan, dibuka dengan sorotan menarik dari Ketua Komisi, Saleh Daulay. Ia menyayangkan satu hal: jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anggota dewan justru banyak disampaikan lewat media sosial, bukan di forum rapat itu sendiri.
“Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab oleh Ibu Menteri,” ujar Saleh di awal pertemuan. Menurutnya, meski beberapa tanggapan sudah ‘dicicil’ lewat medsos, tempat yang tepat untuk berdebat dan berdiskusi tetaplah di ruang rapat. “Ya kan, ada yang dicicil lewat medsos padahal sebetulnya jawaban itu di sini mestinya, bukan di medsos. Karena di sini boleh berdebat, ya kan,” sambungnya.
Namun begitu, Saleh tak lupa memberi apresiasi. Ia menilai respons Menpar itu menunjukkan semangat. “Tapi sudah baguslah saya lihat, wah semangat Ibu kita ya kan. Nggak apa-apa, nanti soal itu boleh diperdebatkan juga kalau masih mau,” tuturnya. Ia pun menawarkan waktu khusus bagi Widiyanti untuk menuntaskan jawaban terkait evaluasi program tahun 2025.
Rapat ini sendiri merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya pada 21 Januari, yang membahas capaian pariwisata sepanjang 2025 dan rencana kerja untuk 2026. Di forum itu, Widiyanti sempat memaparkan prestasi gemilang: 154 penghargaan internasional berhasil diraih sepanjang tahun lalu, melonjak dari hanya 66 penghargaan di tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Tiga Aplikasi Diblokir Pemerintah Gara-gara Ogah Daftar
Modus Baru Narkoba: Etomidate Diselundupkan Lewat Cartridge Vape
Mantan Suami Pertama Jill Biden Ditangkap atas Dugaan Pembunuhan Isteri
Kapolri Ziarah ke Makam Eyang Meri, Warisan Integritas Hoegeng Tetap Bergema