Kapolri Ziarah ke Makam Eyang Meri, Warisan Integritas Hoegeng Tetap Bergema

- Rabu, 04 Februari 2026 | 14:35 WIB
Kapolri Ziarah ke Makam Eyang Meri, Warisan Integritas Hoegeng Tetap Bergema
Artikel

Di antara karangan bunga dan doa di Makam Giri Tama, Bogor, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyisihkan waktu untuk mengenang sosok yang sangat dihormatinya: Meriyati Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri. Beliau adalah istri dari mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

“Tentunya selama almarhumah hidup, beliau banyak sekali membawa pesan-pesan yang selalu disampaikan di setiap kami bertemu,” ujar Sigit, Rabu (4/2/2026) lalu.

Suasana hening usai pemakaman itu seolah menyimpan kesan mendalam. Bagi Sigit, setiap pertemuan dengan Eyang Meri selalu meninggalkan bekas. Pesan-pesan sang istri mantan Kapolri itu bukan sekadar kata-kata biasa. Mereka adalah inspirasi. Dorongan kuat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk teguh menjaga integritas.

Dan pesan itulah yang dipegang teguh sampai sekarang. Menjaga nama baik institusi, memberi manfaat bagi masyarakat semua itu intinya.

“Dan apa yang telah ditauladankan oleh beliau dalam kegiatan-kegiatan yang kami lakukan antara lain beberapa kali kami melaksanakan Hoegeng Awards,” imbuhnya.

Ya, Hoegeng Awards. Penghargaan itu adalah ruang apresiasi bagi anggota Polri yang berdedikasi dan berinovasi. Eyang Meri pun dikenal sebagai pendukung setia ajang tersebut.

Menurut Sigit, semua nasihat yang pernah disampaikan almarhumah bukanlah hal sepele. Itu adalah wasiat. “Saya kira hal-hal tersebut tentunya menjadi spirit bagi kami, bagi keluarga besar Polri, dan bagi kami semua ini adalah amanah, ini adalah wasiat, ini adalah pesan yang harus terus kami jaga dan kami kumandangkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Eyang Meri juga kerap berpesan khusus. Beliau selalu menitipkan institusi Polri agar dijaga dengan baik.

Pesan itu kini bergema. “Dan ini menjadi semangat bersama seluruh keluarga besar Polri di mana pun berada untuk terus melanjutkan pesan, melanjutkan apa yang menjadi nasihat dan wasiat beliau untuk terus menjaga,” pungkas Kapolri.

Nuansa haru dan komitmen jelas terasa dalam pernyataannya. Warisan integritas dari seorang Eyang Meri rupanya tetap hidup, jauh setelah kepergiannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar