Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali merombak sejumlah posisi strategis di tubuh militer. Mutasi, rotasi, dan promosi jabatan kali ini menyasar perwira tinggi dan menengah dari tiga matra, termasuk penunjukan Mayjen Bagus Suryadi Tayo sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Jabatan baru itu mengakhiri masa tugas Bagus sebagai Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad. Ia menggantikan Letjen TNI Agus Widodo yang mendapat promosi sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara. Pergeseran ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan.
Bagus Suryadi Tayo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran 23 Agustus 1971. Pria asal Karawang, Jawa Barat, itu adalah putra dari mantan Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI (Purn) H. Tayo Tarmadi. Latar belakang keluarga militer yang kuat turut membentuk kariernya di dunia kemiliteran.
Lulusan Akademi Militer tahun 1993 ini berasal dari kecabangan Infanteri Raider. Sepanjang kariernya, ia telah menduduki sejumlah posisi penting, antara lain Komandan Korem 083/Baladika Jaya, Wakil Inspektur Kostrad, Wakil Asisten Perencanaan Umum Kepala Staf Angkatan Darat bidang Jemen dan RB, Inspektur Daerah Militer XIII/Merdeka, serta Kepala Staf Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Jejak karier yang panjang dan beragam itu menunjukkan pengalaman luas Bagus di bidang operasi dan pembinaan satuan.
Editor: Bayu Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Buka Akses Rekrutmen via Aplikasi MyPertamina
HBKB Diterapkan di HR Rasuna Said untuk HUT Jakarta, Dishub Sediakan 3.687 Slot Parkir dan Enam Jalur Alternatif
Pendiri Ponpes di Pati Jadi Tersangka Pemerkosaan Santriwati, Terancam 15 Tahun Penjara
PKB Kecam Pemerkosaan oleh Pimpinan Ponpes di Pati, Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku