Tapi, bagi Saleh, angka-angka itu memunculkan tanda tanya besar. “Tapi, rakyatnya dapat apa? Dan ini ada 154. Saya ingin ini dijelaskan satu per satu, jenisnya apa saja, penghargaan ini dan dampaknya untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.
Beberapa hari pasca rapat, Menpar Widiyanti ramai memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia membantah isu yang menyebutnya menolak dijemput oleh pimpinan komisi.
Tak cuma soal itu, ia juga mengunggah video penjelasan mengenai manfaat ratusan penghargaan internasional tadi. Menurutnya, penghargaan itu adalah bentuk pengakuan global yang kredibel.
Jadi, di satu sisi ada keinginan agar dialog formal berjalan di forum resmi. Di sisi lain, ada upaya klarifikasi langsung ke publik lewat kanal daring. Kedua hal ini kini berjalan beriringan, mencerminkan dinamika komunikasi politik di era digital yang serba cepat.
Artikel Terkait
Kemenimipas Siapkan 2.460 Titik Kerja Sosial Gantikan Jeruji Besi
BRI Pacu UMKM Naik Kelas Lewat Program Klaster Usaha
Trump Kritik Ekspresi Wartawati Saat Ditanya Soal Kasus Epstein
Prabowo Soroti Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo, Ahli Sebut Keteledoran Kolektif