Di tengah peringatan Hari Kanker Sedunia di South Quarter Dome, Jakarta Selatan, Rabu (4/2), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyisipkan pernyataan penting. Ia meyakinkan publik bahwa virus Nipah belum masuk ke Indonesia. "Belum ada di Indonesia," tegasnya.
Lalu dengan nada yang lebih santai, ia menambahkan, "Ya dijaga aja teman-teman ya."
Menurut Budi, kasus yang terjadi di India patut jadi pelajaran. Penularannya, kata dia, erat kaitannya dengan buah yang sudah terbuka dan terkontaminasi kelelawar.
"Ya itu di India karena itu penularannya kan lewat kelelawar ya. Jadi biasanya kelelawar tuh gigit buah, buahnya tuh kalau enggak dicuci, enggak dimasak, dimakan, (virus) itu menular," jelasnya.
Mengenal Virus Mematikan dari Kelelawar
Lantas, apa sebenarnya virus Nipah ini? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikannya sebagai penyakit zoonosis, alias bisa loncat dari hewan ke manusia. Inang utamanya adalah kelelawar buah dari genus Pteropus.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak UU Khusus AI, Soroti Penyalahgunaan Grok untuk Konten Mesum
Longsor Cianjur Hancurkan Rumah, Madrasah, dan Masjid
Menkes Ungkap 10 Juta Anak Alami Gangguan Jiwa, Usai Tragis Bunuh Diri Bocah di NTT
KPK Gelar Ops Tangkap Tangan di Jakarta dan Banjarmasin, Status Tersangka Masih Dirahasiakan