Dari lapangan, belasan siswi lainnya pun ikut berteriak histeris. Suasana panik tak terelakkan.
Pihak sekolah lalu menelusuri apa yang sebenarnya terjadi. Dari penelusuran itu, diketahui ada sebuah bebaturan tempat pemujaan di lokasi tersebut. Selama ini, aturannya jelas: tidak boleh menghaturkan canang atau banten dengan menggunakan dupa di tempat itu.
Jadi, dugaan sementara, ada ketidaktahuan akan aturan adat itu yang memicu peristiwa langka ini. Sekolah di Bali yang biasanya ramai dengan canda tawa pelajar, seketika itu menyimpan kisah yang masih menggantung, penuh tanda tanya.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Open House, Sambut Hangat Jokowi dan SBY di Istana Merdeka
McCartney Ungkap Rekonsiliasi dengan Lennon Lewat Obrolan Sehari-hari
Wali Kota Semarang Apresiasi Antusiasme Warga pada Salat Idulfitri di Balai Kota
Warga Pengungsian Desa Serempah Rayakan Idulfitri Penuh Syukur di Tenda Darurat