Dari lapangan, belasan siswi lainnya pun ikut berteriak histeris. Suasana panik tak terelakkan.
Pihak sekolah lalu menelusuri apa yang sebenarnya terjadi. Dari penelusuran itu, diketahui ada sebuah bebaturan tempat pemujaan di lokasi tersebut. Selama ini, aturannya jelas: tidak boleh menghaturkan canang atau banten dengan menggunakan dupa di tempat itu.
Jadi, dugaan sementara, ada ketidaktahuan akan aturan adat itu yang memicu peristiwa langka ini. Sekolah di Bali yang biasanya ramai dengan canda tawa pelajar, seketika itu menyimpan kisah yang masih menggantung, penuh tanda tanya.
Artikel Terkait
Saksi Ungkap Sertifikat Tanah Keluarga Rafael Alun Jadi Jaminan Bayar Pengacara
BRImo Tembus 45,9 Juta Pengguna, Transaksi Tembus Rp 7.057 Triliun
Cacahan Uang Rp 100 Ribu Menghambur di TPS Liar Bekasi
NATO Garap Rencana Militer Arktik, Terpicu Desakan Trump Soal Greenland