BRImo Tembus 45,9 Juta Pengguna, Transaksi Tembus Rp 7.057 Triliun

- Rabu, 04 Februari 2026 | 15:25 WIB
BRImo Tembus 45,9 Juta Pengguna, Transaksi Tembus Rp 7.057 Triliun

Hingga akhir tahun lalu, tepatnya Desember 2025, pengguna aplikasi BRImo milik BRI sudah mencapai angka 45,9 juta. Cukup mengesankan, karena angka itu naik hampir 19% dibanding tahun sebelumnya. Ini jelas menunjukkan kalau masyarakat makin nyaman dan terbiasa memakai layanan digital bank pelat merah ini untuk urusan keuangan sehari-hari.

Nah, pertumbuhan pengguna ini ternyata sejalan dengan geliat transaksinya. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 5,60 miliar transaksi yang dilakukan lewat BRImo. Jumlahnya melonjak 29% dari periode yang sama di 2024. Kalau dilihat dari nilainya, angkanya lebih fantastis lagi: Rp 7.057 triliun. Kenaikan 26,1% ini semakin menegaskan posisi BRImo sebagai salah satu kanal andalan BRI untuk transaksi ritel.

Di balik angka-angka yang solid itu, ada upaya besar di sisi teknologi. Menurut Saladin Dharma Nugraha Effendi, Direktur IT BRI, penguatan kinerja BRImo adalah buah dari strategi bank dalam membangun infrastruktur IT dan mengintegrasikan mesin transaksi.

"BRImo menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital BRI. Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi yang semakin andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen,"

ujar Saladin dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, fokus transformasi digital di BRI bukan cuma mengejar volume. Yang tak kalah penting adalah kualitas layanan dan keandalan sistem itu sendiri. Dengan memperkuat arsitektur teknologi dan memodernisasi infrastruktur, BRI berusaha memastikan layanan digitalnya tetap stabil dan aman, meski beban transaksi terus membengkak.

Semua ini adalah bagian dari program besar mereka, BRIVolution Reignite. Program berkelanjutan itu rupanya membuahkan hasil nyata, yang tercermin dari kinerja BRImo sepanjang tahun lalu.

Dampaknya pun terasa luas. Pertumbuhan transaksi digital yang pesat ini turut berkontribusi pada penguatan struktur pendanaan bank, khususnya dana murah. Ini fondasi yang krusial untuk fungsi intermediasi perbankan. Dengan pondasi yang makin kuat, BRI punya ruang lebih leluasa untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan ekonomi kerakyatan.

Di sisi lain, BRImo sendiri tak cuma diam. Aplikasi ini terus dikembangkan agar tak sekadar jadi alat transaksi, tapi juga pusat layanan finansial yang terintegrasi. Penguatan fitur dan sistem dilakukan bertahap, tujuannya jelas: memastikan aplikasi bisa mengikuti kebutuhan nasabah yang cepat berubah, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan keandalan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar