Hingga akhir tahun lalu, tepatnya Desember 2025, pengguna aplikasi BRImo milik BRI sudah mencapai angka 45,9 juta. Cukup mengesankan, karena angka itu naik hampir 19% dibanding tahun sebelumnya. Ini jelas menunjukkan kalau masyarakat makin nyaman dan terbiasa memakai layanan digital bank pelat merah ini untuk urusan keuangan sehari-hari.
Nah, pertumbuhan pengguna ini ternyata sejalan dengan geliat transaksinya. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 5,60 miliar transaksi yang dilakukan lewat BRImo. Jumlahnya melonjak 29% dari periode yang sama di 2024. Kalau dilihat dari nilainya, angkanya lebih fantastis lagi: Rp 7.057 triliun. Kenaikan 26,1% ini semakin menegaskan posisi BRImo sebagai salah satu kanal andalan BRI untuk transaksi ritel.
Di balik angka-angka yang solid itu, ada upaya besar di sisi teknologi. Menurut Saladin Dharma Nugraha Effendi, Direktur IT BRI, penguatan kinerja BRImo adalah buah dari strategi bank dalam membangun infrastruktur IT dan mengintegrasikan mesin transaksi.
"BRImo menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital BRI. Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi yang semakin andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen,"
ujar Saladin dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Artikel Terkait
Pemerintah Godok Aturan Impor Mobil Listrik, Insentif PPnBM Nol Persen Dilanjutkan
Dari Lumbung Purba ke Pangkuan Kita: Kisah Persekutuan Abadi Kucing dan Manusia
Kisah Pilu di Balik Data: Bansos Tak Sampai ke Keluarga Korban
Delapan Ruas Utama Jakarta Siap Dialihkan Sambut PM Australia