murianetwork.com - Perang berkepanjangan melawan Hamas di Gaza, Palestina membuat Israel mengalami krisis ekonomi berkepanjang, lapor sebuah media online.
Karena sepinya lalu lintas di Bandara Internasional Ben Gurion Israel, Otoritas Bandara memutuskan untuk memberikan cuti yang tidak dibayar kepada 600 karyawan, media Israel melaporkan.
Otoritas Bandara memutuskan langkah tersebut setelah melakukan negosiasi dengan komite pekerja, setelah hampir semua maskapai penerbangan asing berhenti terbang ke Bandara Ben Gurion karena perang, situs web Ynet News versi Ibrani melaporkan pada hari Senin.
“600 karyawan akan mendapatkan cuti yang tidak dibayar (dan) 1.000 lainnya akan dikurangi hingga 75% dari pekerjaan mereka (saat ini),” surat kabar Israel melaporkan, mengutip sumber resmi.
Sementara itu, Israel Broadcasting Corporation (KAN) melaporkan jumlah pekerja di Bandara Ben Gurion sebanyak 4.600 karyawan. Setelah PHK, jumlahnya akan dikurangi menjadi 3.000.
Artikel Terkait
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden