Pemprov DKI Targetkan 12 Sistem Pompa Baru Beroperasi Penuh pada 2027 untuk Antisipasi Banjir

- Kamis, 28 Mei 2026 | 20:25 WIB
Pemprov DKI Targetkan 12 Sistem Pompa Baru Beroperasi Penuh pada 2027 untuk Antisipasi Banjir

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan menargetkan realisasi 12 sistem tata air rumah pompa baru hingga tahun 2027. Proyek ini tersebar di sejumlah wilayah rawan genangan, mulai dari Cilincing di Jakarta Utara hingga Cengkareng di Jakarta Barat, sebagai respons terhadap meningkatnya intensitas curah hujan ekstrem yang melanda ibu kota.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin, mengungkapkan bahwa langkah ini ditempuh untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di tengah perubahan iklim yang kian tidak menentu. Menurutnya, kapasitas infrastruktur pengendali banjir yang ada saat ini hanya dirancang untuk menampung curah hujan berkisar 100 hingga 150 milimeter. Ketika curah hujan melampaui angka tersebut, dibutuhkan infrastruktur dengan kapasitas yang lebih besar agar genangan dapat segera surut.

“Jadi pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Jakarta efektif untuk curah hujan 100-150 mm, sedangkan untuk curah hujan lebih tinggi lagi dibutuhkan kapasitas infrastruktur yang lebih besar,” kata Ika saat dihubungi pada Kamis (28/5/2026).

Pembangunan pompa baru dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu 2025 hingga 2027 melalui dua proyek utama, yakni JakTirta dan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Fokus pengembangannya meliputi penguatan sistem polder, peningkatan kapasitas drainase, serta percepatan surutnya genangan di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir.

Sebanyak 12 sistem tata air pompa yang akan dibangun dan ditingkatkan kapasitasnya mencakup sejumlah titik strategis. Di antaranya, pembangunan sistem tata air Pompa Bulak Cabe dengan kapasitas 24 meter kubik per detik, Pompa Pegangsaan Dua sebesar 9 meter kubik per detik, dan Pompa Cilincing KBN dengan kapasitas 16 meter kubik per detik. Selain itu, terdapat pula Pompa Warung Jengkol (2 meter kubik per detik), Pompa Kampung Sawah dan Rawa Terate (6 meter kubik per detik), serta Pompa Kayu Putih dan Rawa Terate (15 meter kubik per detik).

Sementara itu, peningkatan kapasitas juga dilakukan pada sejumlah pompa eksisting, seperti Pompa Ancol yang ditingkatkan menjadi 25 meter kubik per detik dan Pompa IKIP sebesar 6 meter kubik per detik. Proyek lainnya mencakup pembangunan Pompa Cempaka Putih (14 meter kubik per detik), Pompa Cengkareng (12 meter kubik per detik), Pompa Mangga Raya Greenville (4,5 meter kubik per detik), serta Pompa Daan Mogot yang mencakup titik Depag, KM 13, dan KM 13,5 dengan total kapasitas 23 meter kubik per detik.

Dengan penambahan dan peningkatan kapasitas ini, pemerintah provinsi berharap sistem pengendalian banjir di Jakarta mampu merespons curah hujan ekstrem secara lebih efektif dan mengurangi risiko genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar