Netanyahu Tegaskan: Tak Ada Tempat bagi Otoritas Palestina di Gaza Pasca-Perang

- Rabu, 04 Februari 2026 | 12:15 WIB
Netanyahu Tegaskan: Tak Ada Tempat bagi Otoritas Palestina di Gaza Pasca-Perang

Dalam sebuah pertemuan yang cukup penting, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pesan yang tegas. Ia menegaskan bahwa Otoritas Palestina di Ramallah sama sekali tidak akan dilibatkan dalam mengelola Gaza setelah perang usai. Pernyataan keras itu ditujukan kepada utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang datang menemui Netanyahu di tengah situasi yang masih panas.

“Perdana Menteri mengklarifikasi bahwa Otoritas Palestina tidak akan terlibat dalam mengelola Jalur Gaza dengan cara apa pun,”

Begitulah bunyi pernyataan resmi dari kantor Netanyahu, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/2/2026). Intinya jelas: tidak ada ruang bagi mereka di Gaza pasca-konflik.

Padahal, dalam rencana gencatan senjata yang diusulkan Presiden AS Donald Trump, posisi Otoritas Palestina sebenarnya masih abu-abu. Rencana itu sendiri bertujuan mengakhiri perang dua tahun yang telah menghancurkan wilayah Palestina. Untuk mengisi kekosongan pemerintahan sehari-hari, sebuah komite teknokrat bernama NCAG telah dibentuk. Tapi itu hanya bersifat sementara, menunggu Otoritas Palestina menyelesaikan reformasi internalnya jika itu memang terjadi.

Pertemuan dengan Witkoff sendiri berlangsung pada Selasa (3/2) waktu setempat. Kunjungannya ini kebetulan bersamaan dengan dibukanya kembali perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, sebuah perkembangan yang sedikit memberi harapan.

Namun begitu, Netanyahu tampaknya tidak mau berkompromi. Menurut kantornya, dalam pertemuan itu ia kembali mengulangi tuntutan pokok Israel: Hamas harus dilucuti senjatanya, Gaza harus didemiliterisasi, dan semua tujuan perang harus tercapai dulu sebelum pembangunan kembali Gaza dimulai. Poin-poin itu bukan hal baru, tapi penekanannya kali ini terasa sangat kuat.

Jadi, posisi Israel sudah fix. Mereka bersikeras bahwa baik Hamas maupun Otoritas Palestina tidak boleh punya peran dalam pemerintahan Gaza ke depannya. Wilayah itu, menurut Netanyahu, harus dikelola dengan cara yang sama sekali berbeda.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar