Eyang Meri, Istri Hoegeng, Beristirahat di Sisi Sang Legenda

- Rabu, 04 Februari 2026 | 14:00 WIB
Eyang Meri, Istri Hoegeng, Beristirahat di Sisi Sang Legenda

Suasana haru begitu terasa di Taman Pemakaman Bukan Umum Giritama, Tonjong, Bogor, Rabu siang itu. Di sanalah, jenazah Meriyati Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, akhirnya dikebumikan. Ia adalah istri dari almarhum Kapolri ke-5, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Upacara pemakaman berlangsung secara kedinasan dengan protokol kebesaran Polri. Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan yang memimpin prosesi, sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir langsung menyaksikan. Mereka berdiri khidmat, memberi penghormatan terakhir.

Sebelum jasad diturunkan, dibacakan terlebih dahulu Keputusan Presiden tentang penganugerahan Bintang Bhayangkara Pratama untuk mendiang. Keppres itu sendiri baru saja diteken oleh Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya, tepat pada tanggal 4 Februari 2026.

Lalu, prosesi pun berlanjut. Peti jenazah Eyang Meri mulai diturunkan ke liang lahat. Yang mengharukan, tempat peristirahatan terakhirnya itu bersebelahan dengan makam sang suami, Hoegeng Iman Santoso. Sebuah perjalanan panjang bersama, kini disatukan kembali untuk selamanya.

Kumandang azan kemudian mengudara, mengiringi doa. Tak lama setelahnya, bunyi tembakan salvo bergema beberapa kali. Itu adalah penghormatan senjata terakhir dari institusi Polri untuk perempuan yang telah mendampingi salah satu mantan pemimpin tertingginya.

Menurut informasi yang beredar, Eyang Meri berpulang dalam usia yang sangat sepuh, 100 tahun. Kabar duka itu datang sehari sebelum pemakaman, yaitu pada Selasa (3/2/2026). Kepergiannya tentu saja meninggalkan duka, sekaligus mengingatkan kita pada sosok Hoegeng yang dikenal jujur.

Kini, semuanya telah usai. Keduanya telah bersatu kembali di Giritama, dalam keabadian.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar