Perundingan Nuklir AS-Iran Mendadak Pindah ke Oman

- Rabu, 04 Februari 2026 | 14:05 WIB
Perundingan Nuklir AS-Iran Mendadak Pindah ke Oman

Perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang sedianya bakal digelar di Istanbul, mendadak berubah arah. Menurut kabar yang beredar, Washington ternyata mengabulkan permintaan Teheran untuk memindahkan lokasi pertemuan itu. Dan tempatnya? Oman.

Laporan ini pertama kali muncul dari Barak Ravid, reporter media Axios. Ia mengutip sejumlah sumber Arab, dan kemudian dirilis juga oleh Reuters pada Rabu, 4 Februari 2026. Intinya, pemerintahan Presiden Donald Trump setuju saja dengan usulan perubahan lokasi itu.

Jadwalnya pun tampak dipercepat. Kalau tak ada aral melintang, pertemuan dua negara yang kerap bersitegang ini akan langsung digelar di Oman pada Jumat, 6 Februari. Cukup mendadak, memang.

Namun begitu, rupanya masih ada hal lain yang belum final. Ravid menambahkan, masih ada negosiasi alot soal keikutsertaan negara-negara Arab dan Muslim lain dari kawasan tersebut. Masih belum jelas apakah mereka akan ikut serta dalam pembicaraan di Oman nanti atau tidak.

Sebenarnya, isu pemindahan tempat ini sudah mencuat sehari sebelumnya. Seorang sumber regional, pada Selasa (3/2), sudah membocorkan bahwa Iran punya permintaan khusus. Teheran ogah lagi di Turki; mereka ingin Oman menjadi tuan rumah.

Permintaan Iran ternyata tak cuma soal tempat. Mereka juga ingin format perundingan diubah total. Ruang lingkupnya minta dipersempit jadi negosiasi dua arah yang cuma bahas isu nuklir. Apa alasan persisnya? Itu masih jadi tanda tanya besar.

Seorang diplomat regional yang mengetahui detil tuntutan itu mencoba menjelaskan.

"Mereka ingin mengubah formatnya, mereka ingin mengubah cakupannya," katanya.

"Intinya, mereka cuma mau bahas masalah nuklir dengan Amerika. Sementara pihak AS punya agenda lebih luas, ingin memasukkan isu rudal balistik dan aktivitas proksi Iran di kawasan," sebut diplomat tersebut.

Jadi, meski lokasi sudah disepakati, perbedaan mendasar soal apa yang akan dibicarakan justru menjadi tantangan sesungguhnya. Pertemuan di Oman nanti, jika jadi, hanya akan jadi babak awal dari sebuah proses yang dipastikan tak akan mudah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar