Kalau kamu lagi berniat merakit PC atau butuh upgrade RAM, bersiaplah untuk kejutan yang nggak menyenangkan. Sepanjang 2026 ini, pasar memori global lagi kacau balau. RAM DDR4, yang selama bertahun-tahun jadi pilihan andalan karena harganya terjangkau dan stoknya melimpah, tiba-tiba berubah status jadi barang langka. Harganya pun melesat, bikin mata berkedip-kedip.
Laporan dari Nikkei yang dilansir GizmoChina mencatat angka yang cukup mencengangkan. Di bulan Februari 2026, harga modul DDR4 8GB sudah menyentuh level sekitar 15 dolar AS, atau sekitar Rp 243 ribu. Angka itu naik 15% cuma dalam sebulan. Tapi yang lebih gila lagi, kalau dibandingin sama harga di periode yang sama tahun lalu, kenaikannya mencapai 8,8 kali lipat! Bayangkan, hampir sembilan kali lipat dalam setahun.
Nah, siapa dalang di balik semua ini? Ternyata, para raksasa produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron lagi mengubah haluan. Mereka mulai mengurangi produksi DDR4 dan varian LPDDR4 secara bertahap. Fokus mereka sekarang beralih ke memori berbandwidth tinggi, terutama yang buat ngejar tren AI yang lagi panas-panasnya. Secara bisnis, sih, langkah ini bisa dimengerti. Tapi dampaknya ke pasar langsung terasa: pasokan DDR4 makin susah dicari.
Kondisi ini jelas bikin pusing. Bukan cuma buat kita yang pengguna PC, tapi juga buat industri elektronik secara luas. Smartphone, kamera digital, sampai smart TV pun mulai kena imbasnya. Bahkan, ada produsen yang sampai mikir-mikir buat balik lagi pakai DDR3 sebagai jalan keluar. Tapi ya itu, pasokan DDR3 juga udah menipis, jadi bukan solusi yang ideal.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pembeli Bayi Hasil Perdagangan Anak di Jeneponto
Sekolah di Sumatra Kembali Normal Pascabanjir Berkat Kolaborasi Pemerintah
BPH Migas: Kapasitas Terminal Bahan Bakar Banjarmasin Akan Ditingkatkan Jadi 64 Ribu Kiloliter
Aliansi Merah Putih Desak Pemerintah Lindungi PPPK dari Ancaman Pemutusan Kontrak