Proyek LNG CGAS di Karawang Terancam Molor, Baru 70 Persen

- Minggu, 24 Mei 2026 | 12:30 WIB
Proyek LNG CGAS di Karawang Terancam Molor, Baru 70 Persen

Proyek pembangunan fasilitas Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) di Karawang, Jawa Barat, terancam mengalami keterlambatan realisasi dari jadwal yang ditargetkan pada akhir 2026. Emiten gas industri tersebut sebelumnya telah mengantongi alokasi gas bumi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Juli 2025 sebagai langkah awal pengembangan bisnis baru ini.

Alokasi gas bumi diberikan melalui surat penetapan yang mengatur monetisasi gas dari sumur galian di wilayah kerja terkait. Rencana pemanfaatan dan pengembangan gas bumi ini juga telah dibahas dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas, Pertamina EP, dan CGAS pada 28 Februari 2025. Namun, hingga saat ini progres pembangunan fasilitas pendukung proyek baru mencapai sekitar 70 persen.

“Hingga saat ini, progres pembangunan fasilitas pendukung telah mencapai sekitar 70 persen, sehingga keterlambatan pelaksanaan berpotensi memberikan dampak terhadap rencana operasional dan pengembangan usaha Perseroan,” demikian pernyataan manajemen dalam surat kepada Bursa, Sabtu (23/5/2026).

Sebelumnya, bisnis utama CGAS berfokus pada distribusi gas alam dan gas buatan. Dengan penambahan lini usaha baru ini, perseroan membuka peluang untuk masuk ke bisnis pengadaan dan pengolahan gas alam, termasuk LNG. Manajemen menjelaskan bahwa ekspansi tersebut memungkinkan perusahaan memperluas rantai nilai bisnis dari sekadar distribusi menjadi terintegrasi hingga pengolahan LNG sebagai produk bernilai tambah.

Di sisi lain, jika penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tidak terealisasi, perusahaan berpotensi kehilangan peluang ekspansi usaha, diversifikasi pendapatan, serta optimalisasi pasar LNG yang terus berkembang di dalam maupun luar negeri. Saat ini, CGAS mengeklaim pengembangan proyek LNG telah memasuki tahap akhir persiapan dengan progres positif.

Pada sisi administratif, tahap persiapan disebut telah mencapai 100 persen. Sementara itu, progres engineering mencapai 79,50 persen dan tengah memasuki tahap review serta persetujuan dokumen teknis. Di sisi pengadaan atau procurement, progres telah mencapai 66,96 persen, termasuk penyelesaian Factory Acceptance Test (FAT) oleh Greenfir selaku penyedia teknologi LNG melalui PT GT Ladang Teknik sebagai kontraktor turnkey.

Adapun progres konstruksi proyek telah mencapai 66,44 persen, dengan fokus pada pekerjaan sipil dan pondasi utama. Pekerjaan pilecap foundation tercatat telah mencapai 63,97 persen, termasuk penyelesaian pondasi Cold Box dan LNG Pump Skid. Selain itu, pembangunan pagar area proyek telah mencapai 87,97 persen, di mana sisi utara, timur, dan barat telah selesai dikerjakan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar