Declan Rice Ungkap Momen Krusial di Balik Kebangkitan Arsenal Juara Premier League

- Senin, 25 Mei 2026 | 15:30 WIB
Declan Rice Ungkap Momen Krusial di Balik Kebangkitan Arsenal Juara Premier League

Declan Rice, gelandang Timnas Inggris, akhirnya mengungkap momen paling krusial di balik keberhasilan Arsenal meraih gelar juara Liga Inggris musim 2025-2026. Ia menceritakan bahwa ruang ganti Arsenal sempat diliputi ketegangan sebelum akhirnya bangkit dan mengunci trofi Premier League.

Momen itu bermula saat Arsenal hampir kehilangan momentum dalam perebutan gelar setelah ditahan imbang Wolverhampton Wanderers 2-2 pada Februari lalu. Dalam laga tersebut, The Gunners sempat unggul dua gol sebelum kebobolan gol penyama kedudukan di masa injury time. Hasil itu sempat membuka peluang bagi Manchester City untuk kembali menguasai persaingan. Namun, Arsenal justru bangkit dan menuntaskan musim sebagai juara.

Setelah memastikan gelar di Selhurst Park, Rice mengungkapkan bahwa ruang ganti Arsenal langsung menggelar pertemuan penting tanpa kehadiran staf pelatih usai laga kontra Wolves. Menurut Rice, pertemuan itu menjadi titik balik terbesar Arsenal sepanjang musim. Kapten Martin Odegaard menjadi sosok pertama yang angkat bicara di depan tim.

Rice juga menyoroti peran Christian Norgaard dan Eberechi Eze dalam mengubah suasana tim. Padahal, Eze saat itu belum benar-benar menjadi pemain inti Arsenal.

“Saya tahu ada satu pemain, Norgaard, yang mengatakan hal sangat bagus. Martin juga memulai pembicaraan, tetapi Eze menutupnya dengan pesan yang sangat kuat,” ujar Rice.

Rice menambahkan bahwa Eze memiliki pengaruh besar berkat sikap tenangnya di ruang ganti. Menurut dia, karakter Eze di luar lapangan sama seperti saat bermain.

“Dia sosok yang sangat tenang. Cara dia di lapangan sama seperti di luar lapangan. Dia membuat semua orang lebih tenang dan itu sangat bagus,” tutur Rice.

Rice juga mengungkapkan bahwa banyak pemain Arsenal mulai menunjukkan jiwa kepemimpinan sepanjang musim. Beberapa pemain yang jarang disorot ternyata memiliki pengaruh besar di balik layar.

“Ada banyak pemain yang melangkah maju musim ini. Orang mungkin tidak mengira mereka pemimpin, tetapi mereka berbicara dalam grup dan membantu rekan setim lewat percakapan pribadi,” katanya.

Setelah hasil buruk melawan Wolves, Arsenal kemudian melaju dengan empat kemenangan beruntun di Premier League. Mereka sukses mengalahkan Tottenham Hotspur, Chelsea, Brighton & Hove Albion, dan Everton. Rentetan kemenangan tersebut akhirnya menjadi penentu keberhasilan Arsenal meraih gelar juara liga musim ini.

Rice menilai perubahan mental menjadi faktor terbesar kebangkitan tim. “Ada beberapa pertemuan penting tanpa staf pelatih, hanya pemain. Setelah laga melawan Wolves, itu menjadi momen paling krusial,” ucap Rice.

“Kami mengatakan kalau ingin juara, kami harus menikmati kemenangan dengan cara yang baik dan tidak terus merasa tertekan,” lanjutnya.

Rice mengakui Arsenal sempat kehilangan ketenangan karena tekanan besar dalam perburuan gelar. Namun setelah pertemuan tersebut, seluruh pemain mulai lebih rileks dan kembali menikmati permainan mereka. “Dari momen itu semua orang menjadi lebih tenang dan itulah titik baliknya,” tutur Rice.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar