Komandan Senior Hamas Tewas dalam Serangan Udara, Gencatan Senjata Gaza Terancam Retak

- Minggu, 14 Desember 2025 | 16:24 WIB
Komandan Senior Hamas Tewas dalam Serangan Udara, Gencatan Senjata Gaza Terancam Retak

Humas Hamas akhirnya mengonfirmasi kabar yang telah beredar. Raed Saed, salah satu komandan senior mereka, tewas dalam sebuah serangan udara Israel pada hari Sabtu. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Khalil Al-Hayya, pemimpin Hamas di Gaza, seperti yang dilaporkan Reuters pada Minggu (14/12).

Kematian Saed ini bukanlah hal biasa. Sejak gencatan senjata Gaza berlaku di bulan Oktober, inilah kali pertama seorang tokoh senior Hamas dengan profil tinggi berhasil dibunuh. Tak pelak, Hamas langsung melayangkan kecaman keras. Mereka menilai serangan ini sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan yang sudah disepakati.

Menurut sejumlah saksi, serangan itu terjadi begitu cepat. Sebuah mobil yang melintas di Gaza tiba-tiba menjadi sasaran, Sabtu lalu. Akibatnya, lima orang meregang nyawa dan dua puluh lima lainnya mengalami luka-luka. Di antara yang tewas, teridentifikasi Raed Saed.

Lantas, apa alasan Israel?

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Katz bersikukuh bahwa serangan ini adalah balasan. Sebelumnya, sebuah alat peledak yang diduga ditanam Hamas melukai dua prajurit Israel. Saed, kata mereka, adalah target yang sah.

Seorang pejabat militer Israel, yang enggan disebutkan namanya, memberikan gambaran lebih rinci. Ia menyebut Saed bukanlah anggota biasa. Pria itu digambarkan sebagai sosok kunci yang punya peran besar dalam membangun dan mengembangkan jaringan produksi senjata Hamas.

"Dalam beberapa bulan terakhir, ia berupaya membangun kembali kemampuan dan produksi senjata Hamas, sebuah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata," ujar pejabat tersebut.

Jadi, lewat pernyataan itu, Israel seolah ingin menegaskan bahwa target mereka tepat sasaran. Namun begitu, situasi di lapangan tetap mencekam. Kematian seorang komandan seperti Saed berpotensi memicu ketegangan baru, mengingat posisinya yang cukup sentral dalam struktur militer Hamas.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar