Nama Sri Mulyani Indrawati tiba-tiba ramai diperbincangkan. Ini bermula dari publikasi besar-besaran Departemen Kehakiman AS, yang membeberkan jutaan halaman dokumen terkait Jeffrey Epstein. Lantas, apa hubungannya dengan mantan Menkeu kita?
Setelah ditelusuri, ternyata pencantuman namanya sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan kejahatan seksual Epstein. Menurut sejumlah saksi yang melihat langsung dokumen itu, nama Sri Mulyani muncul justru dalam konteks profesionalnya dulu di Bank Dunia.
Isu ini mencuat berkat unggahan Instagram Story Yudo Sadewa, anak sang Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, awal Februari lalu.
"Hmm di dokumen Epstein kok ada SM (Sri Mulyani) ya?" tulisnya singkat.
Unggahan itu, tentu saja, langsung memicu kehebohan dan rasa penasaran yang meluas di media sosial.
Bukan Urusan Pribadi, Tapi Pekerjaan
Jadi, bagaimana ceritanya? Ternyata, nama Sri Mulyani tercantum dalam sebuah publikasi resmi Bank Dunia yang kebetulan masuk dalam tumpukan 'Epstein File' itu. Saat itu, tahun 2014, ia sedang menjabat sebagai Managing Director dan COO di lembaga internasional tersebut.
Dokumen yang dimaksud membahas pembentukan President’s Delivery Unit (PDU), sebuah unit strategis yang dirancang untuk memantau kinerja organisasi secara real-time. PDU ini bagian dari reformasi internal Bank Dunia untuk mendukung target besarnya: mengakhiri kemiskinan ekstrem pada 2030.
Dalam dokumen tersebut, Sri Mulyani dikutip memberikan pernyataan resmi. Ia menjelaskan fungsi PDU dalam memperkuat sistem pengukuran kinerja, termasuk soal penggunaan scorecard dan percepatan penyaluran dana komitmen.
Sebagai salah satu pimpinan puncak, wajar saja namanya muncul. Pencantuman itu murni terkait tanggung jawab profesionalnya dalam reformasi tata kelola Bank Dunia. Sampai sekarang, belum jelas kenapa dokumen internal bank dunia itu bisa nyangkut ke dalam arsip Epstein. Yang pasti, tak ada satu pun indikasi yang mengaitkannya secara pribadi dengan jaringan kriminal Epstein.
Lautan Dokumen dan Banyak Nama Besar
Rilis dokumen Epstein ini memang membuka kotak Pandora. File yang dirilis berdasarkan Epstein File Transparency Act itu konon mencapai tiga juta halaman lebih. Isinya beragam, mulai dari catatan kontak, korespondensi email, hingga agenda pertemuan si predator seksual itu dengan berbagai tokoh global selama puluhan tahun.
Namun begitu, DOJ sendiri sudah mengingatkan. Sekadar muncul nama di dokumen, bukanlah bukti keterlibatan dalam tindak pidana. Bisa jadi itu sekadar catatan pertemuan sosial biasa.
Dan nama besar yang muncul memang bukan main. Dari mantan Presiden AS seperti Donald Trump, Bill Clinton, hingga George W. Bush. Dari Inggris, nama Pangeran Andrew dan Tony Blair juga ada. Dunia Timur Tengah pun tak luput, dengan sejumlah nama seperti Mohammed bin Salman.
“Penting untuk dicatat bahwa nama-nama ini disebutkan terkadang hanya sebagai kontak atau kenalan, dan bukan berarti mereka didakwa atas kejahatan,” begitu bunyi pernyataan dalam ringkasan resmi DOJ.
Jadi, kasus Sri Mulyani ini lebih ke soal kesalahpahaman. Namanya terseret bukan karena salah pergaulan, tapi karena dokumen lamanya di Bank Dunia ikut tersedot dalam pusaran arsip terbesar sepanjang kasus Epstein.
Artikel Terkait
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati