Lestari Moerdijat, atau yang akrab disapa Rerie, punya perhatian khusus terhadap isu disabilitas. Wakil Ketua MPR RI ini mendesak agar aspek inklusivitas jadi prioritas dalam pembangunan nasional. Caranya? Salah satunya dengan membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
“Ketersediaan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas harus dikedepankan dalam setiap langkah pengembangan perekonomian nasional,” tegas Rerie dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya untuk menghadirkan partisipasi aktif setiap warga negara.
Sayangnya, harapan itu belum sepenuhnya terwujud. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan gambaran yang suram: tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas masih sangat rendah, hanya berkisar 21,65% hingga 23% saja yang aktif bekerja. Angka itu jelas memprihatinkan.
Padahal, sebenarnya sudah ada payung hukum yang jelas. UU No. 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas sudah mengatur soal kuota wajib. Untuk kantor pemerintah, BUMN, dan BUMD, kuotanya minimal 2%. Sementara perusahaan swasta diwajibkan mempekerjakan paling sedikit 1% penyandang disabilitas dari total karyawan.
“Amanat undang-undang itu harus benar-benar dipatuhi dan direalisasikan,” ujar Rerie. Baginya, ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret menuju pembangunan yang lebih merata dan inklusif.
Namun begitu, jalan menuju ke sana tidak mulus. Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI ini menyoroti sejumlah hambatan serius. Mulai dari akses pekerjaan yang terbatas, stigma sosial yang masih melekat, kurangnya pelatihan vokasi, hingga tingkat pendidikan yang mayoritas masih rendah. Semua ini, kata dia, harus segera diatasi dengan aksi nyata.
“Dalam upaya merealisasikan langkah tersebut, membutuhkan keterlibatan pihak-pihak terkait di sejumlah sektor,” jelasnya.
Ia mencontohkan sektor pendidikan, bisnis, pemerintahan, dan tentu saja masyarakat luas.
“Sehingga harus segera dibangun kolaborasi yang kuat,” tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu. Kolaborasi inilah yang dianggap kunci untuk meningkatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas.
Di akhir pernyataannya, Rerie menyampaikan harapan yang mendalam. Ia berharap amanat konstitusi bisa benar-benar hidup dan diwujudkan. Tujuannya agar setiap tahapan pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali, termasuk para penyandang disabilitas di Tanah Air.
Artikel Terkait
Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Terlalu Kecil, Keluarga Terkendala Ekonomi
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Rangkaian Libur Akhir Pekan Panjang Terbentuk
Kecelakaan Maut di Ciseeng: Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan dengan Pikap
PSI Tak Akan Beri Bantuan Hukum Institusional untuk Grace Natalie, Sebut Kasusnya Urusan Pribadi