Gus Najih Ibn Abdil Hameed:
Bayangkan saja, uang MBG yang nilainya 1.200 miliar per hari. Kalau benar-benar diarahkan untuk warga miskin, pasti dampaknya akan terasa. Tapi kenyataannya? Sayang sekali. Sungguh gila.
Ini bukti nyata negara gagal melindungi anak-anaknya.
"
Di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, sebuah kabut duka menyelimuti sebuah desa. YBS, seorang bocah berusia 10 tahun yang masih duduk di kelas IV SD, ditemukan meninggal. Ia tergantung di dahan pohon cengkeh, tak jauh dari gubuk reyot tempatnya tinggal bersama sang nenek yang sudah sepuh.
Kejadiannya pada Kamis siang lalu. Menurut informasi yang beredar, pemicu tragedi ini sederhana sekaligus menyayat hati: si anak kecewa karena tak kunjung dibelikan buku tulis dan pulpen untuk sekolah.
Malam sebelum kejadian, YBS memang meminta uang pada ibunya untuk keperluan itu. Tapi permintaan polosnya tak bisa dituruti. Keadaan ekonomi keluarga mereka benar-benar sulit.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mencoba menjelaskan kondisi keluarganya. Sang ibu harus menanggung hidup lima anak sendirian. Ayah si anak sudah lama pergi, pisah sekitar sepuluh tahun yang lalu. Beban hidup yang dipikulnya sangat berat.
"Hidupnya susah,"
kata Dion Roa, seperti yang dilaporkan beberapa media. Dua kata itu seakan merangkum seluruh kesedihan dan kepasrahan yang terjadi.
Artikel Terkait
Juru Parkir di Makassar Viral Minta Tarif Rp20.000, Polisi Amankan Pelaku
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri
Harga Emas Galeri24 Naik Rp10.000, UBS Justru Terkoreksi Rp13.000 per Gram