Menko Airlangga: Posisi Diplomasi Indonesia Makin Strategis di Mata Global

- Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB
Menko Airlangga: Posisi Diplomasi Indonesia Makin Strategis di Mata Global

Di tengah hiruk-pikuk panggung diplomasi global, posisi Indonesia ternyata makin diperhitungkan. Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, negeri ini punya profil tinggi dan posisi yang sangat strategis di mata internasional. Bukan tanpa alasan.

Peran aktif kita dalam mendorong stama dan kerja sama global, rupanya memperkuat kredibilitas. Indonesia sering dilihat sebagai mitra berpengaruh. Alhasil, dalam banyak forum dunia, kita kerap jadi prioritas dalam dialog-dialog penting.

“Nah ini mungkin yang mempermudah untuk kita menyelesaikan seluruh perundingan,” ujar Airlangga.

Dia melanjutkan, “Kalau Indonesia tidak high profile, Indonesia tidak menjadi prioritas. Dengan Amerika misalnya, Indonesia kan sebetulnya positif neraca perdagangan dengan Amerika USD20 miliar, namun Indonesia tetap menjadi prioritas.”

Pernyataan itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia – Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (15/4/2026).

Di kesempatan itu, Airlangga pun membeberkan jejak diplomasi ekonomi Indonesia, terutama di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Partisipasi kita dalam berbagai forum seperti G20, ASEAN, RCEP, hingga BRICS disebutnya sangat aktif. Tak ketinggalan, negosiasi tarif dengan AS yang disebutnya bisa membuka peluang besar untuk ekspor industri padat karya dan menciptakan lapangan kerja baru.

Kerja sama bilateral juga terus digenjot. Sudah ada sejumlah perjanjian yang berhasil ditandatangani dengan negara seperti Jepang, Korea, Australia, hingga Kanada. Prosesnya memang tidak instan.

“Sementara itu, sejumlah perundingan lainnya masih terus berlangsung,” jelas Airlangga.

Menurutnya, pembicaraan dengan MERCOSUR, negara-negara Teluk, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Maroko, Turkiye, dan Uzbekistan menunjukkan komitmen untuk segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Lalu, bagaimana kondisi ekonomi dalam negeri? Menurut Airlangga, memasuki triwulan II-2026, fondasinya cukup kuat. Inflasi terkendali, surplus perdagangan bertahan selama 70 bulan berturut-turut, dan kepercayaan konsumen tinggi. Sektor keuangan juga solid, terlihat dari pertumbuhan simpanan bank dan kredit yang tetap stabil.

“Tingkat kemiskinan kita turun menjadi 8,25 persen. Gini ratio kita turun, unemployment kita juga turun,” kata dia.

Dan yang menggembirakan, “Penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru.”

Angka-angka itu, bila dikompilasikan dengan diplomasi yang gencar, seolah menggambarkan sebuah momentum. Indonesia memang sedang berusaha mengambil tempatnya, tidak hanya di rumah sendiri, tetapi juga di percakapan-percakapan penting dunia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar