Intel IRGC Tewas dalam Serangan, Puluhan Warga Sipil Termasuk Anak-anak Jadi Korban

- Senin, 06 April 2026 | 16:45 WIB
Intel IRGC Tewas dalam Serangan, Puluhan Warga Sipil Termasuk Anak-anak Jadi Korban

Kabar duka datang dari Teheran pada Senin (6/4) pagi. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan bahwa salah satu petingginya, Mayor Jenderal Majid Khademi, tewas dalam sebuah serangan. Menurut mereka, Khademi yang menjabat sebagai kepala organisasi intelijen IRGC itu gugur akibat aksi "teroris kriminal" yang dilancarkan oleh musuh, yakni Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan resmi itu beredar luas melalui saluran Telegram mereka.

“Mayor Jenderal Majid Khademi, kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam yang berpengaruh, gugur dalam serangan teroris kriminal oleh musuh Amerika-Zionis... pada subuh hari ini,”

Begitu bunyi pernyataan itu, seperti dikutip oleh kantor berita AFP. Suasana berkabung langsung menyelimuti ibu kota.

Namun, korban jiwa ternyata jauh lebih besar dan tragis. Serangan udara yang dilaporkan menggempur beberapa wilayah itu tidak hanya menargetkan figur militer. Laporan dari lapangan menyebutkan puluhan warga sipil menjadi korban. Yang memilukan, setidaknya enam anak-anak empat perempuan dan dua laki-laki di bawah usia sepuluh tahun ikut meregang nyawa.

Kantor Humas Layanan Medis Darurat Teheran dengan nada pilu menyatakan, anak-anak itu “menjadi korban kekerasan yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka yang polos dan kekanak-kanakan.” Detail lain seperti lokasi persis dan jumlah korban luka-luka masih ditelusuri, kata mereka, dan akan diumumkan belakangan.

Di sisi lain, situasi di lapangan tampak kacau. Gubernur Baharestan sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa kawasan permukiman di kabupatennya tak luput dari serangan gabungan AS-Israel itu. Dua unit rumah di kompleks Qaleh Mir hancur berantakan.

“Kami memastikan 13 orang meninggal dunia dan 20 lainnya luka-luka. Semua korban telah dievakuasi ke rumah sakit,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih sibuk berjibaku di reruntuhan. Operasi pencarian terus digenjot untuk menemukan kemungkinan masih ada korban yang tertimbun. Suara gemuruh mesin dan teriakan para relawan memecah kesunyian pagi yang seharusnya damai.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar