Kepala Intelijen AS Tulsi Gabbard Mundur untuk Rawat Suami yang Idap Kanker Tulang

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:35 WIB
Kepala Intelijen AS Tulsi Gabbard Mundur untuk Rawat Suami yang Idap Kanker Tulang

Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Tulsi Gabbard, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat, 22 Mei waktu setempat, dengan alasan kondisi kesehatan sang suami yang tengah berjuang melawan kanker tulang langka. Keputusan ini sekaligus memutus rantai rumor yang beredar sebelumnya bahwa ia dipaksa mundur oleh Gedung Putih akibat perselisihan dengan Presiden Donald Trump terkait kebijakan perang melawan Iran.

Dalam surat yang diunggah melalui akun media sosial X, Gabbard menyatakan bahwa suaminya, Abraham Williams, baru saja didiagnosis menderita kanker tulang yang sangat langka. Ia menegaskan bahwa langkah mundur dari pelayanan publik diambil semata-mata untuk mendampingi dan merawat suaminya di tengah tantangan berat yang akan dihadapi dalam beberapa minggu dan bulan ke depan. “Saya harus berada di sisinya dan sepenuhnya mendukungnya melalui perjuangan ini,” tulis Gabbard dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Trump.

Pengunduran diri ini terjadi setelah adanya laporan yang menyebutkan bahwa Gabbard sempat berselisih dengan Trump mengenai perang yang dikobarkan AS dan Israel melawan Iran. Namun, berdasarkan laporan Fox News, Gabbard justru menyampaikan niatnya secara langsung kepada Trump dalam pertemuan di Ruang Oval, dan masa jabatannya akan berakhir efektif pada 30 Juni mendatang. Gabbard sendiri telah menjabat sebagai Direktur Intelijen Nasional sejak tahun 2025, sebuah posisi yang bertanggung jawab mengoordinasikan informasi dari 18 badan intelijen AS untuk pengarahan harian presiden.

Menariknya, Trump justru melontarkan pujian terhadap kinerja Gabbard. Dalam pernyataan yang diunggah melalui Truth Social, Trump menyebut bahwa Gabbard telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan akan dirindukan. “Dia dengan tepat ingin membantu suaminya dalam perjuangannya melawan kanker,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa wakil Gabbard, Aaron Lukas, akan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur Intelijen Nasional AS.

Gabbard, yang sebelumnya merupakan anggota Kongres dari Partai Demokrat, menikah dengan Williams yang berprofesi sebagai sinematografer di Hawaii dalam sebuah upacara Hindu. Keduanya pertama kali bertemu saat syuting iklan kampanye, dan Williams melamar Gabbard saat berselancar ketika matahari terbenam. Kisah pribadi ini menjadi latar belakang yang kontras dengan dinamika politik yang mewarnai pengunduran dirinya.

Sementara itu, Gabbard tercatat sebagai pejabat wanita keempat yang meninggalkan kabinet Trump dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Trump telah memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem pada Maret, Jaksa Agung AS Pam Bondi pada April, dan Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer yang mundur pada bulan yang sama di tengah serangkaian skandal. Keputusan Gabbard untuk mundur, meskipun didasari alasan personal, tetap menambah daftar panjang pergantian pejabat tinggi di lingkaran pemerintahan Trump.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar