Ledakan Gas di Tambang Batu Bara China Tewaskan 90 Orang, Presiden Xi Instruksikan Investigasi

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:35 WIB
Ledakan Gas di Tambang Batu Bara China Tewaskan 90 Orang, Presiden Xi Instruksikan Investigasi

Ledakan gas dahsyat mengguncang tambang batu bara Liushenyu di Kabupaten Qinyuan, Provinsi Shanxi, China, pada Jumat, 22 Mei 2026 waktu setempat. Bencana ini menewaskan sedikitnya 90 orang dan menjadi salah satu tragedi pertambangan paling mematikan di negara tersebut dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Saat ledakan terjadi, sebanyak 247 pekerja tengah berada di bawah tanah. Media pemerintah China melaporkan bahwa kekuatan ledakan menghancurkan sebagian besar area tambang, menyulitkan upaya evakuasi. Hingga kini, tim penyelamat masih dikerahkan untuk mencari kemungkinan adanya korban selamat di tengah kondisi lokasi yang sangat berbahaya.

Menurut laporan yang diterima, ledakan terjadi tidak lama setelah sistem peringatan mendeteksi kadar karbon monoksida yang melampaui batas aman di dalam tambang. Dugaan awal mengarah pada akumulasi gas beracun yang kemudian memicu ledakan besar. Stasiun televisi pemerintah CGTN melaporkan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan tambang telah ditangkap. Aparat kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Presiden Xi Jinping langsung merespons tragedi ini dengan instruksi tegas. Ia meminta seluruh otoritas di China menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran serius untuk memperketat standar keselamatan kerja.

“Semua daerah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini, tetap waspada terhadap keselamatan kerja, melakukan investigasi menyeluruh, memperbaiki berbagai risiko dan bahaya tersembunyi, serta mencegah terjadinya kecelakaan besar,” kata Xi dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan ambulans dan kendaraan darurat memenuhi area sekitar lokasi tambang pascaledakan. Suasana mencekam terlihat jelas dari gambar-gambar yang tersebar, menunjukkan skala besar dari operasi penyelamatan yang dilakukan.

Provinsi Shanxi dikenal sebagai salah satu pusat produksi batu bara terbesar di China. Tahun lalu, wilayah ini menghasilkan lebih dari satu miliar ton batu bara, atau hampir sepertiga dari total produksi nasional. China sendiri merupakan produsen sekaligus konsumen batu bara terbesar di dunia, menyumbang lebih dari separuh konsumsi batu bara global. Negara ini juga menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, meskipun di sisi lain tercatat sebagai produsen energi terbarukan terbesar secara global.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar