Gubernur Jabar Siapkan Bonus dan Pengamanan Ketat Jika Persib Juara Super League 2025/2026

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:00 WIB
Gubernur Jabar Siapkan Bonus dan Pengamanan Ketat Jika Persib Juara Super League 2025/2026

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan sinyal akan menyiapkan bonus dan perayaan khusus bagi Persib Bandung apabila tim berjuluk Maung Bandung itu berhasil mengunci gelar juara Super League musim 2025/2026. Sinyal itu disampaikan di tengah atmosfer penuh harap menjelang laga penentuan yang mempertemukan Persib melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Pria yang akrab disapa KDM itu menegaskan bahwa Persib kini hanya tinggal selangkah lagi untuk memastikan diri sebagai kampiun. Namun, ia mengingatkan agar seluruh Bobotoh tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak suasana kemenangan.

“Yang pertama bahwa, juara sudah di depan mata. Kalau juara sudah di depan mata, kita tinggal menjaga sikap dan ketertiban dalam mengelola kejuaraan itu. Artinya jangan ada sikap yang aneh-aneh yang menciderai kita sebagai juara,” ujarnya pada hari yang sama.

Di luar imbauan soal keamanan dan ketertiban, Dedi juga memberikan bocoran mengenai bonus yang telah disiapkan apabila Persib sukses menjadi juara musim ini. “Ada tenang aja,” katanya singkat.

Sementara itu, pertandingan antara Persib dan Persijap diprediksi berlangsung sengit dan dipadati puluhan ribu Bobotoh yang ingin menyaksikan langsung peluang tim kebanggaan mereka mengangkat trofi juara. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, aparat gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur pengamanan lainnya dikerahkan dalam jumlah besar. Total sebanyak 6.115 personel disiapkan untuk mengamankan jalannya pertandingan, mengawal euforia suporter, hingga mengantisipasi potensi konvoi kemenangan di Kota Bandung.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan pola pengamanan telah disusun secara menyeluruh guna mengantisipasi kepadatan massa dan menjaga situasi tetap kondusif. Fokus utama pengamanan berada di kawasan Stadion GBLA yang diprediksi menjadi pusat kerumunan. Untuk sektor stadion saja, aparat menurunkan 2.892 personel gabungan yang terdiri dari 1.997 personel Polri, 160 personel TNI, 125 personel instansi terkait, serta 610 personel eksternal.

Petugas juga akan melakukan pemeriksaan ketat di seluruh pintu masuk stadion dan titik penyekatan. Penonton dilarang membawa flare, petasan, minuman keras, senjata tajam, maupun benda berbahaya lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan pertandingan berlangsung aman dan tidak terciderai oleh insiden yang tidak diinginkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar