Sebanyak sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 akhirnya dibebaskan setelah sebelumnya ditangkap oleh aparat militer Israel. Para relawan tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu sore, setelah menjalani serangkaian proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan di Turki.
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, mengonfirmasi jadwal kepulangan para WNI tersebut. Menurut keterangannya, rombongan akan terbang dari Istanbul pada Sabtu malam dan tiba di Jakarta keesokan harinya.
“Minggu sore sampai Jakarta,” ujar Harfin kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Ia merinci bahwa penerbangan yang digunakan adalah maskapai Emirates dengan rute Istanbul–Dubai pada pukul 19.35 waktu setempat, kemudian dilanjutkan dari Dubai menuju Jakarta pada pukul 04.10 waktu Dubai dan diperkirakan mendarat di Jakarta pukul 15.30 WIB.
Sementara itu, Minister Counsellor Kedutaan Besar RI di Ankara, Yudhi Ardian, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi serupa. Meski demikian, ia masih menunggu konfirmasi lebih lanjut terkait kepastian jadwal kedatangan para WNI tersebut.
“Info yang kami terima juga demikian, kami sedang menanyakan konfirmasinya. Mudah-mudahan bisa secepatnya pulang,” ungkap Yudhi.
Sebelumnya, kesembilan WNI tersebut ditangkap oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan di kawasan konflik. Setelah proses pembebasan, mereka menjalani tes kesehatan dan dimintai keterangan oleh otoritas terkait di Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan rasa syukur atas pembebasan para relawan tersebut. Dalam pernyataan resminya pada Kamis (21/5), ia mengapresiasi peran aktif Pemerintah Turki yang telah memfasilitasi proses pemulangan para WNI.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air,” ujar Sugiono.
Berdasarkan laporan GPCI, kesembilan WNI yang ditangkap tersebut berasal dari berbagai lembaga dan media. Mereka adalah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari GPCI-Dompet Dhuafa yang berada di Kapal Zapyro; Andi Angga Prasadewa dari GPCI-Rumah Zakat di Kapal Josef; Asad Aras Muhammad dari GPCI-Spirit of Aqso di Kapal Kasr-1; Hendro Prasetyo dari GPCI-SMART 171 di Kapal Kasr-1; Bambang Noroyono dari Republika di Kapal BoraLize; Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika di Kapal Ozgurluk; Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo di Kapal Ozgurluk; serta Rahendro Herubowo dari Tim Media GPCI dan iNews di Kapal Ozgurluk.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Motor dan Pembobolan Rumah di Terbanggi Besar, Uang Hasil Curian Dipakai Judi Online dan Narkoba
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Wanita di Jalan Sholeh Iskandar Bogor
Pemerintah Targetkan Rampungkan Desain Tanggul Laut Raksasa Pantura Tahun Depan
Polda Metro Jaya Luncurkan Gerakan Pilah Sampah, Sediakan Ratusan Bak Terpilah di Seluruh Jajaran