Bursa transfer musim 2026/2027 baru saja memasuki tahap awal, namun satu nama sudah mencuri perhatian publik sepak bola nasional: Adilson Silva. Penyerang asal Portugal itu baru saja menuntaskan musim terbaiknya sejak berkarier di Indonesia. Bersama Adhyaksa FC, ia menjelma menjadi predator kotak penalti yang ditakuti lawan sekaligus aktor utama di balik keberhasilan tim promosi ke Super League musim depan. Catatan yang ditorehkannya bukan angka biasa sebanyak 26 gol dari 27 pertandingan membuatnya keluar sebagai top skor Liga 2 musim 2025/2026, sebuah statistik yang menempatkannya sebagai salah satu pemain paling produktif di sepak bola Indonesia musim lalu.
Namun, di tengah performa gemilang tersebut, masa depannya justru mulai menjadi tanda tanya. Hingga awal Juni 2026, Adilson Silva dikabarkan belum mencapai kesepakatan kontrak baru dengan Adhyaksa FC. Padahal, klub promosi tersebut sangat berharap sang bomber tetap menjadi ujung tombak mereka saat menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di Super League. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pembicaraan antara kedua pihak masih berlangsung, tetapi beberapa poin dalam negosiasi terutama terkait nilai kontrak dan sejumlah kesepakatan lainnya disebut masih menjadi hambatan. Situasi inilah yang kemudian memunculkan berbagai spekulasi. Jika negosiasi gagal mencapai titik temu, Adilson Silva berpotensi menjadi salah satu komoditas paling menarik di bursa transfer musim ini.
Bagi Adilson, Super League musim depan bukan sekadar kompetisi baru. Lebih dari itu, ini bisa menjadi kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa dirinya layak bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia. Sebab, sebelum menjadi mesin gol Adhyaksa FC, perjalanan Adilson di Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Kariernya di Tanah Air bermula saat direkrut PSM Makassar pada musim 2023/2024 atas rekomendasi pelatih Bernardo Tavares. Saat itu, ekspektasi terhadap dirinya cukup tinggi karena datang sebagai penyerang asing yang diharapkan mampu menjadi sumber gol Pasukan Ramang.
Namun, kenyataan tidak berjalan sesuai harapan. Selama membela PSM, Adilson memang mendapatkan cukup banyak kesempatan bermain ia tampil dalam 54 pertandingan di berbagai kompetisi. Sayangnya, produktivitas yang diharapkan tidak benar-benar muncul. Dari puluhan pertandingan tersebut, ia hanya mampu mencetak 11 gol dan tiga assist. Catatan itu dianggap belum sebanding dengan kebutuhan tim yang saat itu bersaing di papan atas Liga 1 dan kompetisi Asia. Situasi tersebut membuat PSM akhirnya mengambil keputusan untuk melepasnya. Adilson kemudian menemukan kembali sentuhan terbaiknya bersama Adhyaksa FC. Kini, setelah tampil luar biasa di Liga 2, banyak pihak mulai bertanya-tanya apakah penyerang berusia 28 tahun tersebut akhirnya siap membalas keraguan yang pernah muncul terhadap dirinya.
Menariknya, nama PSM Makassar kembali mulai dikaitkan dengan Adilson Silva. Pasukan Ramang saat ini sedang memasuki fase transisi besar setelah berakhirnya musim 2025/2026. Kepergian beberapa pemain asing, termasuk Yuran Fernandes, dan potensi perubahan komposisi skuad membuat manajemen harus menyusun ulang kekuatan tim. PSM juga membutuhkan tambahan kualitas di sektor depan. Jika pelatih baru nantinya menginginkan striker yang sudah memahami atmosfer sepak bola Indonesia, maka Adilson bisa menjadi salah satu opsi yang masuk dalam pertimbangan. Keunggulan terbesar Adilson adalah faktor adaptasi ia tidak perlu lagi beradaptasi dengan kultur sepak bola Indonesia, karakter kompetisi, maupun tekanan dari suporter. Semua pengalaman itu sudah pernah ia rasakan selama berseragam PSM. Di sisi lain, manajemen tentu akan mempertimbangkan rekam jejaknya saat periode pertama di Makassar yang belum sepenuhnya memuaskan. Karena itu, kemungkinan reuni masih sangat bergantung pada kebutuhan tim dan keputusan pelatih baru.
Sementara itu, PSIS Semarang juga menjadi klub yang layak diperhitungkan dalam perburuan tanda tangan Adilson Silva. Mahesa Jenar saat ini sedang membangun kekuatan baru untuk mengarungi Liga 2 dengan target utama kembali ke Super League. Beberapa nama pemain mulai dikaitkan dengan PSIS, termasuk Deri Corfe yang sebelumnya disebut masuk radar klub asal Semarang tersebut. Namun, jika berbicara soal produktivitas, Adilson menawarkan sesuatu yang berbeda. PSIS membutuhkan striker yang mampu menjamin gol dalam jumlah besar dan tidak banyak pemain di Indonesia yang datang dengan bekal 26 gol dalam satu musim kompetisi. Apalagi, target mereka sangat jelas: promosi secepat mungkin ke kasta tertinggi. Dalam situasi seperti itu, mendatangkan striker yang sedang berada dalam performa terbaik tentu menjadi langkah yang logis.
Meski berbagai rumor mulai bermunculan, peluang terbesar sebenarnya masih berada di tangan Adhyaksa FC. Klub promosi tersebut tentu tidak ingin kehilangan pemain yang menjadi simbol keberhasilan mereka musim lalu. Bagi Adhyaksa, mempertahankan Adilson berarti menjaga identitas permainan yang sudah terbentuk selama satu musim penuh. Namun, sepak bola profesional sering kali ditentukan oleh banyak faktor. Nilai kontrak, ambisi pribadi pemain, proyek jangka panjang klub, hingga peluang tampil di level kompetisi yang lebih tinggi bisa memengaruhi keputusan akhir. Karena itu, beberapa pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat menentukan.
Yang jelas, Adilson Silva kini berada dalam posisi yang berbeda dibanding dua tahun lalu. Jika sebelumnya ia datang sebagai pemain yang harus membuktikan diri, kini ia berstatus top skor Liga 2 dan salah satu striker paling diminati di pasar transfer Indonesia. Pertanyaannya tinggal satu: apakah ia akan bertahan bersama Adhyaksa FC untuk melanjutkan kisah suksesnya di Super League, membantu PSIS Semarang kembali ke kasta tertinggi, atau justru pulang ke Makassar untuk menuntaskan cerita yang belum selesai bersama PSM? Jawabannya kemungkinan akan menjadi salah satu saga transfer paling menarik pada bursa pemain musim 2026/2027.
Artikel Terkait
Persib Bandung Incar Tiga Pemain Lion City Sailors Sekaligus, Termasuk Kiper Ivan Susak
Kepulangan Ardiansyah Jadi Sinyal Regenerasi Kiper PSM di Tengah Rumor Hengkangnya Reza Arya
Borneo FC Beri Sinyal Perpanjang Kontrak Mariano Peralta, Persija dan Persib Gigit Jari
Garuda Muda Mulai Perjuangan Pertahankan Gelar AFF U-19, Hadapi Myanmar di Laga Pembuka