Progres pembangunan Kampung Haji RI di Makkah akhirnya mendapat titik terang. Menteri Agama Nasaruddin Umar, dengan nada cukup lega, mengungkapkan kabar terbarunya. Lokasinya disebut sangat strategis, cuma berjarak satu hingga tiga kilometer dari Ka'bah. Bahkan, nantinya akan dibangun terowongan khusus yang langsung menyambungkan kompleks tersebut dengan Masjidil Haram.
Menurut Nasaruddin, proyek besar ini sempat dibicarakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuannya dengan sejumlah ormas Islam. Ia tak menyembunyikan rasa syukurnya. Pasalnya, setelah sekian lama, Indonesia akhirnya punya lahan sendiri di kota suci itu. Luasnya tak main-main, kira-kira mencapai 60 hektar.
"Alhamdulillah karena Bapak Presiden mempunyai hubungan yang dekat dengan Raja sehingga diberikan kesempatan dan kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas ya,"
Ucap Nasaruddin di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa lalu.
"Itu mungkin hampir sekitar 60 hektar nanti, antara 1 sampai 3 kilometer dari Ka'bah. Tapi nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu,"
Tambahnnya lagi.
Yang menarik, langkah ini ternyata bukan sekadar kesepakatan biasa. Nasaruddin menegaskan, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang mendapat kepercayaan semacam ini dari Kerajaan Arab Saudi. Sebuah pencapaian yang cukup bersejarah.
"Perlu saya sampaikan bahwa ini keakraban Presiden kita dengan MBS (Mohammed bin Salman), sehingga kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di kota Makkah dan Madinah,"
Jelasnya.
Efeknya pun ternyata lebih luas. Keputusan untuk memberikan lahan kepada Indonesia ini rupanya memicu perubahan kebijakan di pihak Saudi. Pemerintah setempat kemudian merevisi regulasi yang selama ini ketat, membuka peluang bagi negara asing lain untuk memiliki properti di dua kota suci tersebut.
Sebelumnya, aturan memang sangat restriktif. Kepemilikan asing di Makkah dan Madinah nyaris mustahil.
"Alhamdulillah kemarin minggu yang lalu ya, pemerintah Saudi Arabia juga sudah memberikan suatu keputusan resmi bahwa asing sudah bisa membeli properti, tanah, hotel, dan sebagainya di Makkah dan Madinah. Dulu kan enggak, kalau di Riyadh boleh, Jeddah boleh, tapi Makkah dan Madinah itu memang selama ini tertutup,"
Demikian penuturan Nasaruddin, melengkapi paparannya.
Artikel Terkait
Tembok SDN Tebet Barat 08 Pagi Roboh Akibat Hujan Deras, Belajar Dialihkan ke PJJ
Banjir Setinggi 35 Cm Rendam Simpang Puri Kembangan, Lalu Lintas Menuju Cengkareng Macet Panjang
Menteri LHK Apresiasi Inovasi Tabung Harmoni Hijau dan Pengelolaan Sampah Berbasis Energi di Riau
Manchester City Gagal Manfaatkan Peluang, Tertahan di Puncak Usai Imbang 3-3 Lawan Everton